ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PUTUSAN HAKIM DALAM PERKARA CERAI GUGAT AKIBAT PERSELINGKUHAN MENANTU DENGAN MERTUA (Studi Putusan Nomor 3390/Pdt.G/2022/PA.Srg)

Eva Yuliana, Helmi (2026) ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PUTUSAN HAKIM DALAM PERKARA CERAI GUGAT AKIBAT PERSELINGKUHAN MENANTU DENGAN MERTUA (Studi Putusan Nomor 3390/Pdt.G/2022/PA.Srg). Undergraduate thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
SKRIPSIIII_Hell-2 wm.pdf

Download (3MB)

Abstract

Helmi Eva Yuliana, 2026: Analisis Hukum Islam Terhadap Putusan Hakim Dalam Perkara Cerai Gugat Akibat Perselingkuhan Menantu Dengan Mertua (Studi Putusan Nomor 3390/Pdt.G/2022/PA.Srg).

Kata Kunci: Pertimbangan Hakim, Cerai Gugat, Perselingkuhan, Mahram

Kasus perceraian akibat perselingkuhan umumnya banyak dikaji, namun kajian khusus terhadap perselingkuhan antara menantu dengan mertua yang termasuk mahram mu’abbad masih sangat jarang ditemukan dalam praktik peradilan maupun literatur hukum keluarga islam. Sebagian besar penelitian terdahulu hanya menelaah perselingkuhan dengan pihak ketiga biasa, sehingga belum menjawab bagaimana pertimbangan hakim dan pandangan hukum islam atas pelanggaran berat batas kemahraman yang bersifat permanen, serta implikasinya terhadap status hukum hubungan keluarga.
Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara putusan nomor 3390/Pdt.G/2022/PA.Srg? 2) Bagaimana pandangan hukum Islam terhadap putusan gugatan cerai yang disebabkan oleh perselingkuhan dalam putusan nomor 3390/Pdt.G/2022/PA.Srg? 3) Bagaimana implikasi hukum atas putusan nomor 3390/Pdt.G/2022/PA.Srg terhadap kemahraman antara menantu dengan mertua?
Penelitian ini menggunakan metode hukum yuridis normatif dengan pendekatan kasus dan perundang-undangan. Bahan hukum primer meliputi UU No. 1/1974 tentang Perkawinan, UU No. 1/2023 tentang KUHP, KHI, Putusan PA Serang No. 3390/Pdt.G/2022/PA.Srg. serta Putusan PN Serang No. 129/PID.B/2024/PN Srg. dan No. 130/PID.B/2024/PN Srg. Adapun bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal, dan literatur yang relevan
Penelitian ini sampai pada hasil: 1) Pertimbangan hukum hakim dalam putusan tersebut mengabulkan gugatan penggugat secara verstek dengan menjatuhkan talak satu ba'in shughra, yang didasarkan pada Pasal 116 huruf f KHI dan Pasal 39 ayat (2) UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974, karena telah terjadi perselisihan secara terus-menerus yang diakibatkan perselingkuhan dan KDRT sehingga tidak ada harapan lagi untuk rukun kembali. 2) Pandangan hukum Islam mengenai hubungan antara menantu dan mertua termasuk mahram muabbad (haram selamanya) sebagaimana diatur dalam Pasal 39 angka 2 huruf a KHI dan Q.S. An-Nisa ayat (23). Oleh karena itu, perselingkuhan di antara keduanya merupakan pelanggaran berat dan menjadi alasan yang sah untuk perceraian berdasarkan Pasal 116 huruf a KHI. 3) Implikasi hukumnya meliputi: a) Status kemahraman tetap berlaku selamanya meskipun perkawinan berakhir; b) Menjadi alasan kuat untuk perceraian; dan c) Adanya konsekuensi hukum lain, Pengadilan Negeri Serang memvonis Rozy Zay Hakiki (mantan suami) 9 bulan penjara dan Rihanah (ibu kandung istri) 8 bulan penjara.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law
Divisions: Fakultas Syariah > Ahwal As-Syakhsyiyyah
Depositing User: Nn Helmi Eva Yuliana
Date Deposited: 15 Jul 2026 01:41
Last Modified: 15 Jul 2026 01:41
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/59000

Actions (login required)

View Item View Item