Eksistensi Tempat Keberadaan Allah dalam ‎Perspektif Akidah‎ Asy’ariyah dan ‎Wahabi ‎ (Studi Analisis Sanad dan Matan Hadis al-Jāriyah al-Sawdā’)

F, Muhammad Sadid Nidlom (2026) Eksistensi Tempat Keberadaan Allah dalam ‎Perspektif Akidah‎ Asy’ariyah dan ‎Wahabi ‎ (Studi Analisis Sanad dan Matan Hadis al-Jāriyah al-Sawdā’). Masters thesis, UIN KH Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
Muhammad Sadid Nidlom F_223206080002.pdf

Download (5MB)

Abstract

Kata Kunci: Asy’ariyah, Wahabi ‎, Hadis al-Jāriyah al-Sawdā’‎‎

Akidah merupakan salah satu permasalahan fundamental dalam dialektika ‎‎perdebatan antara kelompok-kelompok dalam islam. Salah satu perdebatan akidah di ‎‎antaranya terjadi antara kelompok Asy’ariyah‎ dan Wahabi seputar ekstistensi ‎tempat ‎keberadaan Tuhan yang tidak bisa dipungkiri memiliki imbas pada klaim buruk ‎terhadap ‎pemikiran satu dan lainnya. Dalam hal ini, Asy’ariyah meyakini bahwa Tuhan tidak ‎‎terikat dengan tempat sedangkan Wahabi ‎ menganggap bahwa Tuhan bertempat di atas ‎‎‎‎‘arsh. Adapun titik permasalahan dalam perdebatan ini ialah bermula dari ‎ketidakselarasan ‎pemahaman kedua kelompok terhadap hadis al-jāriyah al-sawdā’‎‎.‎
Adapun fokus kajian dan tujuan dari penelitian ini ialah: 1) analisa terhadap ‎sanad hadis ‎ al-jāriyah al-sawdā’‎‎, 2) analisa terhadap matan hadis al-jāriyah al-sawdā’‎‎‎, ‎‎3) Mengungkapkan perbedaan metodologi pemaknaan hadis ‎ al-jāriyah al-sawdā’ dalam ‎kelompok Asy’ariyah dan Wahabi. ‎
Metode yang dipakai dalam Penelitian ini ialah ‎library reasearch yakni sebuah ‎penelitian berbasis pencarian data yang diambil dari berbagai macam literatur seperti ‎buku, kitab dan jurnal dengan tema yang berhubungan. Pendekatan yang digunakan ‎ialah analisis sanad dan matan yakni sebuah metode penelitian yang membahas validitas ‎hadis ditinjau dari keadaan sanad dan matannya
Berdasarkan fokus kajian dan metode penelitian yang digunakan, penulis ‎memperoleh kesimpulan 1) hadis al-jāriyah al-sawdā’‎‎ dengan redaksi pertanyaan “‎أَيْنَ ‏الله‎” berstatus ḍa’īf sebab terdapat beberapa rāwī yang bermasalah, namun karena adanya ‎jalur periwayatan lain yang sama-sama ḍa’īf dan ke-ḍa’īf-annya tidak parah, maka hadis ‎tersebut bisa dinaik-tingkatkan derajatnya menjadi ḥasan li-ghayrihi 2) dalam penilaian ‎secara matan didapati hadis serupa dengan redaksi pertanyaan yang berbeda, yakni ‎menggunakan “‎مَنْ رَبُّكِ‎” dan “‎أَتَشْهَدِيْنَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا الله‏‎” yang derajatnya juga ḥasan li-‎ghayrihi, sehingga kesamaan derajat periwayatan dua hadis ini dengan redaksi yang ‎berbeda membuatnya dinilai sebagai hadis yang muḍṭarib 3) pemaknaan hadis al-jāriyah ‎al-sawdā’‎‎ ialah sebagaimana berikut; Asy’ariyah memiliki dua macam metode; Pertama, ‎tafwīḍ yakni memasrahkan makna dari naṣṣ terkait kepada Allah tanpa menentukan ‎maksud dari makna lafadnya. Kedua, ta’wīl yakni memalingkan makna lafaz pada ‎makna lain yang lebih sesuai dengan al-Qur’an dan hadis. Kelompok Wahabi ‎menggunakan metode ithbāt bi lā kayf yakni menetapkan lafaz pada makna harfiahnya ‎yang dalam hadis ini dimaknai sebagai ‎إستقر‎ (menetap), ‎صعد‎ (menaiki) dan semacamnya ‎tanpa menjelaskan lebih-lanjut tentang bagaimana perbuatan tersebut dilakukan (takyīf).‎

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2203 Philosophy > 220309 Metaphysics
22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2203 Philosophy > 220315 Philosophy of Religion
22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
Divisions: Program Magister > Studi Islam
Depositing User: Muhammad Sadid Nidlom F
Date Deposited: 17 Jul 2026 04:43
Last Modified: 17 Jul 2026 04:43
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/59010

Actions (login required)

View Item View Item