Penafsiran uslūb qaṣr pada Surah Maryam studi komparatif Tafsīr al-Taḥrīr wa al-Tanwīr dan Tafsīr Anwār al-Tanzīl

Sholihin, Muhammad Ibad (2026) Penafsiran uslūb qaṣr pada Surah Maryam studi komparatif Tafsīr al-Taḥrīr wa al-Tanwīr dan Tafsīr Anwār al-Tanzīl. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
Muhammad Ibadus Sholihin_221104010019.pdf

Download (2MB)

Abstract

Al-Qur'an mengandung keindahan bahasa yang sangat tinggi, salah satunya melalui penggunaan uslūb qaṣr, yang berfungsi memberikan pengkhususan dan penegasan makna terhadap pesan-pesan yang terkandung di dalamnya sehingga maksud dan tujuannya dapat dipahami secara lebih kuat dan mendalam. Surah Maryam merupakan salah satu surah yang sarat dengan kisah para nabi, penegasan akidah, serta ayat-ayat eskatologis yang banyak memuat penggunaan uslūb qaṣr.

Fokus penelitian ini adalah menganalisis persamaan dan perbedaan penafsiran uslūb qaṣr dalam Surah Maryam menurut Tafsīr al-Taḥrīr wa al-Tanwīr dan Tafsīr Anwār al-Tanzīl, serta mengkaji implikasi dari perbedaan penafsiran tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan penafsiran uslūb qaṣr dalam Surah Maryam menurut kedua kitab tafsir tersebut sekaligus menganalisis implikasi yang muncul dari perbedaan penafsirannya.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Penelitian dilakukan melalui kajian komparatif terhadap penafsiran uslūb qaṣr dalam Surah Maryam. Sumber data primer penelitian ini adalah Al-Qur'an, Tafsīr al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, dan Tafsīr Anwār al-Tanzīl, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari buku, kitab tafsir, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan melalui identifikasi ayat-ayat yang mengandung uslūb qaṣr dalam Surah Maryam, analisis penafsiran kedua mufasir, serta analisis komparatif untuk menemukan persamaan, perbedaan, dan implikasi penafsirannya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibn ‘Āshūr dan al-Bayḍāwī memiliki titik temu dalam memandang uslūb qaṣr sebagai instrumen penegasan makna dan penguatan pesan tauhid, tetapi berbeda dalam orientasi penafsirannya. Ibn ‘Āshūr menggunakan pendekatan maqāṣid, psikologis, komunikatif, dan efektivitas retorika ayat, seperti pada penafsiran dialog Maryam dan Malaikat Jibril yang dipahami sebagai bentuk penenangan emosional. Sementara itu, al-Bayḍāwī lebih menekankan aspek teologis dan logika ketuhanan yang menegaskan pemurnian tauhid serta kekuasaan Allah. Perbedaan tersebut berimplikasi pada pemahaman bahwa uslūb qaṣr tidak hanya berfungsi sebagai perangkat linguistik, tetapi juga membentuk nilai teologis, spiritual, edukatif, dan psikologis dalam memahami pesan-pesan Al-Qur'an.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220402 Comparative Religious Studies
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Muhammad Ibadus Sholihin
Date Deposited: 15 Jul 2026 07:48
Last Modified: 15 Jul 2026 07:48
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/59068

Actions (login required)

View Item View Item