Etika Qur'ani tentang Cancel Culture: Studi Tafsir Tematik

Rosita, Elviana (2026) Etika Qur'ani tentang Cancel Culture: Studi Tafsir Tematik. Undergraduate thesis, UIN KHAS JEMBER.

[img] Text
SKRIPSI ELVIANA FIX (1).pdf

Download (1MB)

Abstract

Fenomena budaya pembatalan (cancel culture) yang berkembang pesat di
era digital menjadi salah satu bentuk kontrol sosial baru yang memunculkan
berbagai persoalan etis dalam interaksi publik. Praktik ini kerap ditandai dengan
penghakiman massal, penyebaran informasi tanpa verifikasi, serta minimnya
ruang klarifikasi dan rekonsiliasi bagi individu yang menjadi sasaran. Kondisi
tersebut menunjukkan adanya ketegangan antara kebebasan berekspresi dan nilainilai keadilan, empati, serta penghormatan terhadap martabat manusia, sehingga
diperlukan suatu kerangka etika yang dapat menjadi pedoman dalam merespons
fenomena tersebut.
Fokus penelitian ini ialah: 1) Ayat-ayat al-Qur‘an apa saja yang
mengandung prinsip etika sosial yang relevan dengan fenomena cancel culture?
2) Bagaimana penafsiran ayat-ayat tersebut menurut para ulama tafsir? 3)
Bagaimana relevansi prinsip-prinsip etika Qur‘ani tersebut dalam merespons
fenomena cancel culture di era digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengidentifikasi ayat-ayat al-Qur‘an yang berkaitan dengan etika sosial dalam
interaksi publik, menganalisis kandungan maknanya melalui tiga kitab tafsir, serta
merumuskan relevansi nilai-nilai Qur‘ani tersebut dalam menghadapi praktik
cancel culture yang cenderung represif, emosional, dan tidak proporsional.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi
kepustakaan (library research) dengan metode tafsir tematik (maudhu‟i)
sebagaimana dikembangkan oleh Uun Yusufa. Sumber data primer yang
digunakan adalah Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Azhar
karya Hamka, dan Tafsir Al-Munir karya Wahbah Az-Zuhaili. Data dikumpulkan
melalui teknik dokumentasi dan dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian
data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qur‘an mengandung empat
prinsip etika sosial yang relevan dengan fenomena cancel culture, yaitu prinsip
keadilan (al-qisth) dalam QS. Al-Ma‘idah ayat 8, kewajiban verifikasi informasi
(tabayyun) dalam QS. Al-Hujurat ayat 6, kelembutan, pemaafan, dan musyawarah
dalam QS. Ali-Imran ayat 159, dan larangan merendahkan martabat manusia
dalam QS. Al-Hujurat ayat 11. Keempat prinsip tersebut secara bersama-sama
membentuk kerangka moral yang utuh sebagai alternatif yang lebih adil, empatik,
dan konstruktif dalam merespons praktik cancel culture di era digital.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
Depositing User: Ms Elviana Rosita
Date Deposited: 15 Jul 2026 07:55
Last Modified: 15 Jul 2026 07:55
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/59076

Actions (login required)

View Item View Item