Saiful Akrom, Muh. Farchan (2026) Penerapan Asas Kepentiangan Terbaik Anak ( The Best Interest Of The Child) Dalam Sistem Peradilan Pidana Anak Di Indonesia Perspektif Maqashid Syari’ah. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq Jember.
|
Text
SKRIPSI Muh. Farchan Saiful Akrom 2026.pdf Download (2MB) |
Abstract
Muh. Farchan Saiful Akrom, 2026: Penerapan Asas Kepentiangan Terbaik Anak ( The Best Interest Of The Child) Dalam Sistem Peradilan Pidana Anak Di Indonesia Perspektif Maqashid Syari’ah
Kata kunci: Asas kepentingan terbaik anak, Sistem peradilan pidana anak, Maqashid Syari’ah
Anak merupakan suatu karunia sekaligus amanat dari tuhan, yang mana harus senantiasa dijaga untuk keberlangsungan bangsa negara, untuk itu anak juga haruslah mendapatkan hak-haknya dan dilindungi. Secara umumnya anak yaitu seorang yang dilahirkan didunia serta merupakan suatu simbol awal dari lahirnya genersai baru sebagai penerus cita-cita keluarga, agama, bangsa dan negara.
Fokus penelitian yang diteliti adalah: 1) Bagaimana penerapan asas kepentingan terbaik bagi anak dalam sistem peradilan pidana anak di indonesia; 2) Bagaimana relevansi asas kepentingan terbaik bagi anak di tinjau dari perspktif maqashid syariah;
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan jenis deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan jenis kepustakaan melalui undang-undang, jurnal buku-buku yang juga membahas perlindungan terhadap anak, serta pendapat dan pandangan para ahli terkait dengan asas kepentingan terbaik bagi anak dalam sistem peradilan pidana anak di indonesia. Untuk analisis data dimulai dari tahap pencarian data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi penyidik.
1) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa asas kepentingan terbaik bagi anak merupakan prinsip utama dalam Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) yang bertujuan melindungi hak, perkembangan, dan masa depan anak melalui pendekatan diversi, restorative justice, rehabilitasi, dan pembinaan, dengan pidana penjara sebagai upaya terakhir (ultimum remedium). Namun, penerapannya masih belum optimal karena masih ditemukan pencantuman identitas anak dalam putusan pengadilan serta penempatan anak di Rumah Tahanan (Rutan) yang dapat berdampak buruk terhadap kondisi psikologis dan masa depan anak.
2) Penelitian ini juga menunjukkan bahwa asas kepentingan terbaik bagi anak memiliki relevansi yang kuat dengan prinsip Maqasid Syariah, khususnya dalam menjaga jiwa (hifz al-nafs), akal (hifz al-‘aql), dan keturunan (hifz al-nasl). Oleh karena itu, perlindungan dan pembinaan anak lebih diutamakan dibanding penghukuman, sehingga asas tersebut tidak hanya sesuai dengan hukum positif di Indonesia, tetapi juga sejalan dengan nilai-nilai keadilan, perlindungan, dan kemaslahatan dalam Islam
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180101 Aboriginal and Torres Strait Islander Law |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Pidana Islam |
| Depositing User: | Muh. Farchan Saiful Akrom |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 07:45 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 07:45 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/59158 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
