Fadilah, Kayla Cahya (2026) ANALISIS YURIDIS TERHADAP PUTUSAN HAKIM YANG MEMBEBASKAN TERDAKWA DALAM TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN (Studi Kasus Putusan Nomor 104/PID.SUS/2024/PN ADL). Undergraduate thesis, UIN KHAS Jember.
|
Text
Kayla Cahya Fadilah_221102040003.pdf Download (2MB) |
Abstract
Kayla Cahya Fadilah. 2026: Analisis Yuridis Terhadap Putusan Hakim Yang Membebaskan Terdakwa Tindak Pidana Penganiayaan Studi Kasus Putusan Nomor 104/Pid.Sus/2024/PN Adl).
Kata Kunci: Putusan Hakim, Penganiayaan Anak, Terdakwa, Tindak Pidana Penganiayaan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya putusan bebas terhadap terdakwa dalam perkara tindak pidana penganiayaan terhadap anak pada Putusan Pengadilan Negeri Andoolo Nomor 104/Pid.Sus/2024/PN Adl. Putusan tersebut menimbulkan perdebatan terkait penerapan prinsip kebenaran materiil dalam hukum acara pidana, khususnya dalam perkara yang melibatkan anak sebagai korban. Dalam perkara tersebut, hakim menilai bahwa alat bukti yang diajukan belum cukup untuk membuktikan kesalahan terdakwa secara sah dan meyakinkan, meskipun terdapat keterangan saksi, keterangan ahli, serta visum et repertum yang menunjukkan adanya luka pada korban anak.
Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1) apakah putusan hakim yang membebaskan terdakwa tindak pidana penganiayaan dalam Putusan Pengadilan Negeri Andoolo Nomor 104/Pid.Sus/2024/PN Adl telah sejalan dengan prinsip-prinsip kebenaran materiil; dan 2) bagaimana pandangan hukum Islam terhadap putusan hakim yang membebaskan terdakwa dalam putusan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip kebenaran materiil dalam putusan hakim serta menganalisis pandangan hukum Islam terhadap putusan bebas dalam perkara penganiayaan terhadap anak.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara deskriptif-analitis.
Hasil penelitian menunjukkan 1) bahwa secara formal putusan hakim telah sesuai dengan ketentuan Pasal 183 KUHAP karena hakim menilai alat bukti belum memenuhi batas minimum pembuktian dan belum membentuk keyakinan hakim. Namun putusan hakim yang membebaskan terdakwa tindak pidana penganiayaan dalam Putusan Nomor 104/Pid.Sus/2024/PN Adl belum sejalan dengan prinsip-prinsip kebenaran materiil, putusan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan upaya maksimal dalam menggali fakta yang sebenarnya terjadi, khususnya terkait perlindungan terhadap anak sebagai korban. 2) Dalam pandangan hukum Islam putusan hakim yang membebaskan terdakwa tersebut, masih bertentangan dengan tujuan maqasid al-syari‘ah, terutama dalam menjaga jiwa (hifz al-nafs) dan keturunan (hifz al-nasl), putusan tersebut pada dasarnya harus berorientasi pada terciptanya keadilan dan kemaslahatan sebagaiman islam mengajarkan bahwa hakim harus berhati-hati dalam menjatuhkan hukuman apabila masih terdapat keraguan dalam pembuktian, namun di sisi lain hakim juga wajib memperhatikan perlindungan terhadap korban, khususnya anak yang merupakan pihak lemah dan harus dilindungi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180110 Criminal Law and Procedure (incl. Islamic Criminal Law, Jinayat) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Pidana Islam |
| Depositing User: | Kayla Cahya Fadilah |
| Date Deposited: | 20 Jul 2026 07:58 |
| Last Modified: | 20 Jul 2026 07:58 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/59265 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
