Atiqoh, Siti (2026) TABARRUJ DALAM PERSPEKTIF HADIS (STUDI HADIS TEMATIK). Undergraduate thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SHIDDIQ JEMBER.
|
Text
SKRIPSI_Siti Atiqoh_214104020005.pdf Download (1MB) |
Abstract
Siti Atikoh, 2026 : Tabarruj Dalam Perspektif Hadis (Studi Hadis Tematik)
Kata Kunci: Tabarruj, Hadis, Studi Tematik,
Fenomena tabarruj pada era modern semakin berkembang seiring dengan perubahan gaya hidup, perkembangan media sosial, serta pengaruh budaya global yang memengaruhi cara berpakaian dan berpenampilan, khususnya di kalangan perempuan Muslim. Tabarruj dipahami sebagai perilaku memperlihatkan perhiasan, kecantikan, atau aurat secara berlebihan yang dapat menarik perhatian lawan jenis. Dalam Islam, pembahasan mengenai tabarruj telah dijelaskan dalam Al-Qur’an maupun hadis Nabi Muhammad saw. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep tabarruj dalam perspektif hadis melalui pendekatan studi hadis tematik.
Fokus Penelitian ini Yakni : 1. Bagaimana Tabarruj dalam Perspektif hadis? 2. Bagaimana Hasil analisis hadis tentang tabarruj yang dikaji menggunakan pemahaman Yusuf al-Qardhawi?.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data utama dalam penelitian ini berasal dari hadis-hadis yang berkaitan dengan tabarruj, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari kitab syarah hadis, buku, jurnal, dan literatur lain yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan analisis isi (content analysis). Pendekatan yang digunakan adalah studi hadis tematik (mawdhu’i), yaitu dengan menghimpun hadis-hadis yang berkaitan dengan tema tabarruj, kemudian dianalisis berdasarkan makna, konteks, dan relevansinya dalam kehidupan masyarakat modern.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis tentang tabarruj menekankan pentingnya menjaga kehormatan, kesopanan, dan etika berpakaian dalam Islam. Tabarruj tidak hanya berkaitan dengan cara berpakaian, tetapi juga mencakup perilaku, sikap, serta cara seseorang menampilkan dirinya di hadapan publik secara berlebihan. Dalam perspektif hadis, larangan tabarruj bertujuan untuk menjaga moralitas, kehormatan diri, serta menciptakan kehidupan sosial yang lebih baik sesuai dengan nilai-nilai Islam. Namun demikian, Islam tetap memberikan ruang bagi perempuan untuk berhias dan berpenampilan rapi selama tidak melampaui batas syariat.Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai konsep tabarruj dalam perspektif hadis serta menjadi bahan kajian dan referensi bagi masyarakat dalam memahami batasan berhias dan berpenampilan menurut ajaran Islam.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220405 Religion and Society |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Hadits |
| Depositing User: | Mahasiswa Siti Atiqoh |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 02:00 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 02:00 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/59270 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
