Aunan Lana, Muhammad (2026) TAHSIN AL-QUR’AN DALAM KEGIATAN TADARUS KELILING (STUDI LIVING QUR’AN TERHADAP JAM’IYAH NURUL QUR’AN WAL ITTIHAD KALIWATES JEMBER). Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
|
Text
2. Muhammad Aunan Lana.pdf Download (2MB) |
Abstract
Maraknya majelis al-Qur’an seperti kegiatan khataman al-Qur’an di masyarakat menimbulkan keprihatinan tersendiri dikarenakan kegiatan tersebut hanya mengejar khatamnya saja tanpa memperhatikan kaidah-kaidah tajwidnya, hal ini membutuhkan perhatian penting sehingga dibentuk kegiatan tadarus keliling. Tadarus keliling merupakan kegiatan membaca al-Qur’an, menyimak al-Qur’an, dan mempelajari al-Qur’an secara bersama-sama yang dilakukan secara berkeliling atau berpindah-pindah dari rumah ke rumah anggota darling secara bergantian. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Jam’iyah Nurul Qur’an Wal Ittihad sebagai praktik tahsin al-Qur’an yang efektif di masyarakat.
Fokus penelitian yang akan dikaji dalam skripsi ini yaitu: 1. Bagaimana relevansi living qur’an terhadap pelaksanaan tahsin dalam kegiatan tadarus keliling. 2. Bagaimana persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan tahsin dalam kegiatan tadarus keliling melalui teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersumber dari data lapangan (field reserch) dengan pendekatan fenomenologis. Metode pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini juga melalui analisis data yang tersusun dari reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan
Adapun hasil penelitian skripsi ini adalah 1. Relevansi Living Qur’an dengan kegiatan tahsin dalam tadarus keliling yang diselenggarakan oleh Jam’iyah Nurul Qur’an Wal Ittihad Kaliwates Jember dalam konteks pemberdayaan masyarakat di bidang keagamaan dapat dilihat dari beberapa aspek, yakni meningkatnya pengetahuan dan kemampuan membaca al-Qur’an masyarakat, adanya partisipasi aktif masyarakat, sebagai penguat ukhuwuah Islamiyah, sebagai pelestarian tradisi pembelajaran al-Qur’an,dan bentuk pengamalan nilai-nilai al-Qur’an dalam kehidupan sosial. 2. Meminjam teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim, kegiatan ini memiliki makna objektif sebagai sarana peningkatan kualitas bacaan Al-Qur’an dan media pembelajaran keagamaan, makna ekspresif sebagai sarana mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, meningkatkan rasa percaya diri, serta membentuk kepedulian sosial, dan makna dokumenter sebagai bentuk praktik living Qur’an serta upaya menjaga kemurnian bacaan Al-Qur’an
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tahsin al-Qur’an, Tadarus Keliling, Living Qur’an, Jam’iyah Nurul Qur’an Wal Ittihad. |
| Subjects: | 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY > 1601 Anthropology > 160101 Anthropology of Development |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Muhammad Aunan Lana |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 02:04 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 02:04 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/59271 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
