Subandi, Moch Fahreza Ali (2026) Perubahan Iklim (Climate Change) Sebab Kerusakan Bumi Perspektif Al-Qur'an: Studi Tafsir Maudhu'i Ayat-Ayat Lingkungan. Undergraduate thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
|
Text
Moch Fahreza Ali Subandi_214104010001.pdf Download (1MB) |
Abstract
Kata Kunci: perubahan iklim, fasād, mīzān, ekoteologi
Perubahan iklim merupakan krisis global paling mendesak pada abad ke-21, yang disebabkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca, deforestasi, dan eksploitasi sumber daya alam akibat aktivitas manusia. Al-Qur'an sebagai pedoman hidup umat Islam sesungguhnya telah memberikan peringatan jauh sebelum istilah climate change dikenal, melalui ayat-ayat tentang kerusakan bumi, larangan berlaku sewenang-wenang terhadap alam, dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Kajian yang mengintegrasikan perspektif tafsir Al-Qur'an dengan isu lingkungan kontemporer menjadi penting untuk menggali landasan normatif Islam dalam merespons krisis ekologi global.
Penelitian ini memiliki dua rumusan masalah. 1) Bagaimana penafsiran para mufasir terhadap ayat-ayat kerusakan bumi menggunakan langkah-langkah tafsir Mauḍu’i? 2), Bagaimana relevansi ajaran Al-Qur'an tentang kerusakan bumi tersebut terhadap fenomena perubahan iklim yang terjadi saat ini?
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Metode yang digunakan adalah tafsir maudhu'i (tematik), yaitu dengan menghimpun ayat-ayat Al-Qur'an yang berbicara tentang satu tema tertentu, kemudian dikaji secara mendalam berdasarkan konteks, munasabah, dan penafsiran para ulama. Sumber primer penelitian ini adalah Al-Qur'an al-Karim beserta kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer, di antaranya Al-Jāmi' li Aḥkām al-Qur'ān karya Al-Qurṭubi, Tafsir al-Qur'an al-'Aẓīm karya Ibnu Katsir, dan Tafsir Al-Mishbāh karya M. Quraish Shihab. Analisis data dilakukan menggunakan content analysis melalui tiga tahap: unitifikasi dan kategorisasi, pengkodean dan interpretasi, serta penarikan inferensi.
Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, para mufassir secara konsisten menafsirkan kerusakan (fasād) sebagai fenomena fisik sekaligus moral yang berpangkal pada penyimpangan manusia dari nilai-nilai ilahiah. Al-Qurṭubi, Ibnu Katsir, Fakhruddin Al-Razi, dan Quraish Shihab sepakat bahwa kerusakan ekologis merupakan konsekuensi langsung dari perbuatan manusia yang melampaui batas. Kedua, ajaran Al-Qur'an tentang pelestarian alam memiliki relevansi yang kuat terhadap isu perubahan iklim melalui empat prinsip utama: konsep Mīzān(keseimbangan ekosistem), larangan fasād fil ardh (kritik terhadap aktivitas eksploitatif), konsep khalifah fi al-ardh (amanah menjaga kelestarian bumi), dan larangan isrāf (koreksi terhadap gaya hidup konsumtif). Dengan demikian, Al-Qur'an menyediakan kerangka etika ekologis yang komprehensif dalam menghadapi krisis lingkungan global.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Fahreza Ali |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 02:13 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 02:13 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/59279 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
