Konsep Kehidupan Setelah Mati dalam Surah Al-Qiyāmah: Kajian Eskatologis dalam Tafsir Al-Munīr Karya Wahbah Al-Zuḥaylī.

Anfal, Moch (2026) Konsep Kehidupan Setelah Mati dalam Surah Al-Qiyāmah: Kajian Eskatologis dalam Tafsir Al-Munīr Karya Wahbah Al-Zuḥaylī. Undergraduate thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
Moch. Anfal_214104010003.pdf

Download (1MB)

Abstract

Kata Kunci: kehidupan setelah mati, eskatologi Islam, Surah al-Qiyāmah, Tafsir al-Munīr
Keyakinan tentang kehidupan setelah mati merupakan bagian inti dari rukun iman dalam Islam, sekaligus fondasi moral yang mengarahkan perilaku manusia di dunia. Namun di tengah arus modernitas yang membawa orientasi materialistik dan sekularistik, kesadaran eskatologis dalam kehidupan sehari-hari semakin terkikis. Fenomena ini mendorong urgensi kajian akademik yang menggali pesan kehidupan setelah mati dari teks Al-Qur'an secara mendalam dan kontekstual. Penelitian terdahulu yang ada cenderung bersifat umum lintas surah atau berfokus pada aspek kebahasaan semata, sehingga kajian yang menganalisis satu surah secara menyeluruh dalam kerangka eskatologi Islam masih sangat terbatas.
Penelitian ini mengajukan dua rumusan masalah. 1) Bagaimana penafsiran Wahbah al-Zuḥaylī terhadap ayat-ayat eskatologis dalam Surah al-Qiyāmah? 2) Apa pesan teologis dan moral yang terkandung dalam penafsiran tersebut?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan pendekatan teologis. Sumber data primer adalah Al-Qur'an Surah al-Qiyāmah dan Tafsir al-Munīr karya Wahbah al-Zuḥaylī. Sumber sekunder meliputi kitab tafsir, buku teologi Islam, dan artikel jurnal yang relevan. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Zuḥaylī menafsirkan Surah al-Qiyāmah sebagai gambaran menyeluruh tentang kehidupan setelah mati yang mencakup beberapa fase: kepastian hari kebangkitan dan akar psikologis pengingkarannya, tanda-tanda kosmologis kiamat, kesaksian seluruh anggota tubuh atas perbuatan pemiliknya, nasib dua golongan manusia di akhirat, sakaratul maut sebagai pintu pertama perjalanan menuju Allah, serta dua dalil rasional atas kebenaran kebangkitan yakni argumen keadilan ilahi dan argumen penciptaan pertama. Dari penafsiran tersebut, al-Zuḥaylī merumuskan pesan teologis dan moral yang mencakup enam dimensi: membangun keyakinan eskatologis yang berpijak pada akal dan dalil, menjadikan kesadaran kematian sebagai kompas moral, menghidupkan tanggung jawab individual yang tidak bisa diwakilkan, mewaspadai dominasi cinta dunia sebagai akar kelalaian akhirat, menjadikan ru'yatullāh sebagai puncak motivasi ibadah, serta urgensi pendidikan eskatologis sebagai benteng moral kehidupan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Maslah Datil Ben
Date Deposited: 21 Jul 2026 02:20
Last Modified: 21 Jul 2026 02:20
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/59286

Actions (login required)

View Item View Item