Wahyu Nintias, Didit (2026) TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PRAKTIK PERJOKIAN PEMBUATAN AKUN PRAKERJA DI DUSUN KRAJAN DESA BANJARSENGON KECAMATAN PATRANG KABUPATEN JEMBER. Undergraduate thesis, UIN KHAS Jember.
|
Text
Didit Wahyu Nintias_212102020036.pdf Download (3MB) |
Abstract
Didit Wahyu Nintias, 2026:Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Praktik Perjokian Pembuatan Akun Prakerja di Dusun Krajan Desa Banjarsengon Kecamatan Patrang Kabupaten Jember.
Kata Kunci: Hukum Ekonomi Syariah, Perjokian Pembuatan Akun Prakerja.
Program Kartu Prakerja merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kompetensi kerja masyarakat melalui pelatihan berbasis digital. Dalam pelaksanaannya, ditemukan praktik perjokian pembuatan akun Prakerja yang dilakukan oleh pihak tertentu untuk membantu masyarakat mulai dari proses pendaftaran akun, verifikasi data, hingga pendampingan pencairan insentif.
Fokus penelitian ini adalah: (1) Bagaimana mekanisme praktik perjokian pembuatan akun Prakerja di Dusun Krajan Desa Banjarsengon Kecamatan Patrang Kabupaten Jember? dan (2) Bagaimana tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap praktik perjokian pembuatan akun Prakerja di Dusun Krajan Desa Banjarsengon Kecamatan Patrang Kabupaten Jember?
Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui mekanisme praktik perjokian pembuatan akun Prakerja di Dusun Krajan Desa Banjarsengon Kecamatan Patrang Kabupaten Jember; dan (2) Untuk menganalisis praktik perjokian pembuatan akun Prakerja berdasarkan perspektif Hukum Ekonomi Syariah dengan menggunakan akad ju'alah.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan sosio-legal dan menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian dilakukan berdasarkan fakta-fakta yang terjadi di masyarakat melalui pendekatan hukum dan sosial. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap para informan yang terlibat dalam praktik perjokian pembuatan akun Prakerja. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh hasil penelitian yang objektif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. praktik perjokian dilakukan melalui hubungan antara pemberi kuasa dan penerima kuasa. Penjoki membantu peserta mulai dari pembuatan akun, mengikuti seleksi, memilih dan menyelesaikan pelatihan, hingga pencairan insentif. Masyarakat menggunakan jasa tersebut karena keterbatasan kemampuan dalam mengoperasikan teknologi digital maupun alasan kepraktisan. Sistem imbalan yang diterapkan bervariasi, yaitu pembagian sebagian insentif, pembayaran dengan nominal tertentu, maupun pemberian upah secara sukarela. 2. Ditinjau dari perspektif Hukum Ekonomi Syariah, hubungan antara pengguna jasa dan penyedia jasa memiliki karakteristik akad ju'alah. Namun, praktik tersebut tidak diperbolehkan karena objek akad bertentangan dengan tujuan Program Kartu Prakerja, yaitu peningkatan kompetensi peserta. Selain itu, praktik ini berpotensi menimbulkan penyalahgunaan data pribadi, melanggar ketentuan penyelenggara program, serta bertentangan dengan prinsip amanah, kejujuran, dan kemaslahatan. Oleh karena itu, akad yang dilakukan dalam praktik perjokian Program Kartu Prakerja tidak memenuhi ketentuan syariah dan termasuk akad yang tidak sah (fasid) menurut perspektif Hukum Ekonomi Syariah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180103 Administrative Law |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Islam |
| Depositing User: | Didit wahyu Nintias |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 08:22 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 08:22 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/59354 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
