Nurhaliza, Ana Tantia (2026) IQRA’ BIL QOLAM SEBAGAI MEDIA TADABBUR AL-QUR’AN PELAJAR MADRASAH ASHRI JEMBER: STUDI SOSIOLOGI KARL MANNHEIM. Undergraduate thesis, UIN KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER.
|
Text
Skripsi watermark.pdf Download (1MB) |
Abstract
Tradisi penulisan ayat suci Al-Qur’an atau iqra’ bil qolam merupakan salah satu bentuk praktik Living Qur’an yang diterapkan di lingkungan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) ASHRI Jember. Tradisi ini menjadi sarana pembiasaan bagi peserta didik untuk berinteraksi secara langsung dengan Al-Qur’an melalui kegiatan menulis ayat-ayat suci sebelum proses pembelajaran dimulai. Kegiatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran baca tulis Al-Qur’an, tetapi juga sebagai upaya menanamkan nilai-nilai religius, kedisiplinan, tanggung jawab, kesabaran, serta membentuk karakter peserta didik yang berorientasi pada nilai-nilai Al-Qur’an. Melalui tradisi ini, Al-Qur’an tidak hanya dipahami sebagai teks yang dibaca, melainkan juga dihadirkan dalam aktivitas keseharian peserta didik sehingga menjadi bagian dari budaya pendidikan di madrasah.
Penelitian ini berfokus pada dua rumusan masalah, yaitu: (1) Bagaimana proses pelaksanaan tradisi penulisan ayat suci Al-Qur’an (iqra’ bil qolam) di MTs dan MA ASHRI Jember; dan (2) Bagaimana makna yang melatarbelakangi tradisi tersebut ditinjau dari teori Sosiologi Pengetahuan Karl Mannheim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam proses pelaksanaan tradisi iqra’ bil qolam serta mengidentifikasi berbagai makna yang terkandung di dalamnya berdasarkan perspektif teori Karl Mannheim.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Pendekatan fenomenologi dipilih untuk memahami pengalaman, kesadaran, dan pemaknaan subjektif para pelaku tradisi terhadap kegiatan iqra’ bil qolam. Data penelitian diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala madrasah, penanggung jawab program, guru, serta peserta didik yang terlibat dalam pelaksanaan tradisi tersebut. Penentuan informan dilakukan dengan teknik snowball sampling. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) tradisi iqra’ bil qolam berawal dari gagasan KH. Muhammad Ayyub Saiful Rijal sebagai bentuk ikhtiar untuk membiasakan santri berinteraksi dengan Al-Qur’an sebelum memulai aktivitas belajar. Pelaksanaannya dilakukan setiap hari selama kurang lebih 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Tradisi ini menggunakan metode follow the line, yaitu peserta didik menyalin ayat-ayat Al-Qur’an dengan mengikuti pola tulisan yang telah tersedia sehingga memudahkan proses belajar menulis huruf Arab secara benar. Sejak diperkenalkan pada tahun 2015/2016, tradisi ini terus berkembang hingga menjadi program madrasah yang terstruktur dan terintegrasi dengan sistem evaluasi serta program wisuda iqra’ bil qolam. Keberadaan tradisi ini memberikan dampak positif bagi peserta didik, antara lain meningkatkan kemampuan menulis Al-Qur’an, membentuk kedisiplinan, menumbuhkan kebiasaan positif, memperkuat rasa tanggung jawab, serta meningkatkan kedekatan spiritual dengan Al-Qur’an. (2)Berdasarkan teori Sosiologi Pengetahuan Karl Mannheim, tradisi iqra’ bil qolam memiliki tiga dimensi makna. Pertama, makna objektif, yaitu tradisi ini dipahami sebagai bagian dari sistem pendidikan madrasah yang berbasis nilai-nilai Al-Qur’an dan menjadi program resmi yang mendukung pembentukan karakter peserta didik. Kedua, makna ekspresif, yaitu tradisi ini dimaknai oleh para pelaku sebagai sarana mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, memperoleh ketenangan batin, meningkatkan konsentrasi belajar, serta membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, makna dokumenter, yaitu tradisi iqra’ bil qolam mencerminkan budaya pesantren yang mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam praktik pendidikan serta menjadi simbol identitas santri yang religius, disiplin, dan berkarakter Qurani. Dengan demikian, tradisi iqra’ bil qolam tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan pendidikan, tetapi juga sebagai manifestasi praktik Living Qur’an yang berkontribusi dalam pembentukan budaya religius di lingkungan madrasah.
Kata kunci: tradisi penulisan Al-Qur’an, iqra’ bil qolam, Living Qur’an, ASHRI Jember
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ms Ana Tantia Nurhaliza |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 02:23 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 02:23 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/59366 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
