TRADISI MEMBUANG AYAM SAAT IRING-IRINGAN PENGANTIN MELEWATI JEMBATAN PERSPEKTIF ‘URF (STUDI KASUS DI DESA AMBULU JEMBER)

Shodiq, Jauhari (2026) TRADISI MEMBUANG AYAM SAAT IRING-IRINGAN PENGANTIN MELEWATI JEMBATAN PERSPEKTIF ‘URF (STUDI KASUS DI DESA AMBULU JEMBER). Undergraduate thesis, UIN KHAS Jember.

[img] Text
Jauhari Shodiq _211102010048.pdf

Download (3MB)

Abstract

Jauhari Shodiq, 2026: Tradisi Membuang Ayam Saat Iring-Iringan Pengantin Melewati Jembatan Perspektif ‘Urf ( Studi Kasus di Desa Ambulu Jember)
Kata Kunci: Tradisi membuang ayam, iring-iringan, ‘urf, Adat Pernikahan, Hukum Islam
Kebiasaan melempar ayam ketika rombongan pengantin melintas jembatan di Desa Ambulu merupakan tradisi turun-temurun yang dipercaya masyarakat sebagai simbol penolak bala dan permohonan keselamatan bagi kedua mempelai. Tradisi ini masih dipertahankan karena dianggap memiliki nilai budaya, kebersamaan, dan penghormatan terhadap adat leluhur. Namun, pelaksanaannya menimbulkan berbagai pandangan dalam masyarakat, khususnya jika berkaitan dengan hukum Islam dan gagasan ‘urf. Karena itu, penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis bentuk tradisi membuang ayam serta pandangan ‘urf terhadap pelaksanaannya di Desa Ambulu.
Fokus penelitian 1) Bagaimana pelaksanaan tradisi membuang ayam saat iring-iringan pengantin melewati jembatan di Desa Ambulu, Kabupaten Jember? 2) Bagaimana perspektif ‘urf terhadap tradisi membuang ayam saat iring-iringan pengantin melewati jembatan di Desa Ambulu, Kabupaten Jember?
Tujuan penelitian 1) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan pelaksanaan tradisi membuang ayam saat iring-iringan pengantin melewati jembatan di Desa Ambulu, Kabupaten Jember 2) Untuk menganalisis perspektif ‘urf berkenaan dengan tradisi melempar ayam ketika rombongan pengantin melintas jembatan di Desa Ambulu, Kabupaten Jember.
Metode di penelitian ini adalah hukum empiris yang dilakukan dengan mempelajari data hukum primer dan sekunder, serta menggunakan pendekatan sosiologi hukum dan legislasi, teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang diterapkan meliputi deskriptif, evaluatif, dan perspektif. Peneliti menerapkan triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data yang dikumpulkan.
Hasil studi menunjukkan 1) Kebiasaan melempar ayam saat rombongan pengantin berjalan melewati jembatan di Desa Ambulu dilakukan dengan membawa ayam hidup yang kemudian dilepas, dibuang, atau diberikan kepada warga sekitar sebagai simbol doa keselamatan dan penolak bala bagi pengantin. Tradisi ini dijalankan secara generasi ke generasi sebagai bagian dari kebiasaan pernikahan masyarakat setempat. 2) Pandangan ‘urf terhadap tradisi membuang ayam dapat dikategorikan sebagai ‘urf yang sah selama dianggap sebagai tradisi dan simbol budaya yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Tradisi ini mencerminkan nilai persatuan, doa untuk keselamatan, dan kesejahteraan sosial, terutama setelah pelaksanaannya berubah menjadi pemberian ayam kepada warga sekitar agar lebih bermanfaat dan tidak mubazir.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Jauhari Shodiq
Date Deposited: 23 Jul 2026 07:00
Last Modified: 23 Jul 2026 07:00
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/59375

Actions (login required)

View Item View Item