PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KORBAN TINDAK PIDANA PELECEHAN SEKSUAL (STUDI KASUS DI POLRES JEMBER)

Nurazizah, Rahma (2026) PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KORBAN TINDAK PIDANA PELECEHAN SEKSUAL (STUDI KASUS DI POLRES JEMBER). Undergraduate thesis, UIN KHAS Jember.

[img] Text
Rahma Nurazizah_S20194021.pdf

Download (2MB)

Abstract

Rahma Nurazizah, 2026 : Perlindungan Hukum Bagi Korban Tindak Pidana Pelecehan Seksual (Studi Kasus Di Polres Jember)

Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Korban Pelecehan, Proses Penyidikan, Hukum Pidana Islam
Penelitian ini membahas tentang perlindungan hukum bagi korban tindak pidana pelecehan seksual dalam proses penyidikan perspektif Hukum Pidana Islam. Dalam undang-undang selama proses penyidikan yang telah diatur dalam Pasal 5 dan 6 Undang-Undang No. 31 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 13 tahun 2006 tentang perlindungan saksi dan korban. Sedangkan di hukum pidana islam dilihat dari konsep islam tentang perzinahan.
Fokus masalah yang di teliti ialah; 1) Bagaimana fakta kasus terjadinya pelecehan seksual di Indonesia dan kasus di daerah hukum Polres Jember? 2) Bagaimana perlindungan Hukum yang dilakukan Polres Jember terhadap koraban pelecahan seksual? 3) Bagaimana perspektif Hukum Pidana Islam terhadap korban pelecehan seksual?
Tujuan penelitian: 1) Untuk mengetahui fakta kasus terjadinya pelecehan seksual di Indonesia dan di Polres Jember. 2) Untuk mengetahui perlindungan yang dilakukan oleh Polres Jember terhadap korban pelecehan seksual. 3) Untuk mengetahui perspektif Hukum Pidana Islam terhadap korban pelecehan seksual.
Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif empiris, penelitian ini menggabungkan observasi lapangan, wawancara, dan studi kasus untuk mengumpulkan data. Dan mendalami bagaimana hukum di Indonesia dan secara hukum islam menanggapi kasus pelecehan.
Hasil penelitian ini yaitu: 1) Dalam pelaksanaannya, Polres Jember melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) memberikan perlindungan berupa pendampingan hukum, pemeriksaan di ruang khusus, menjaga kerahasiaan identitas korban, serta memberikan akses pendampingan psikologis kepada korban. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan mengurangi trauma yang dialami korban selama proses penyidikan berlangsung. 2) Kendala utama yang sering dihadapi adalah korban merasa takut, malu, dan trauma untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya. Banyak korban khawatir akan stigma negatif dari masyarakat maupun tekanan dari pihak keluarga dan lingkungan sekitar. Kondisi ini menyebabkan korban sering memilih untuk diam sehingga proses penegakan hukum menjadi terhambat. 3)Hukum pidana Islam memandang pelecehan seksual sebagai perbuatan tercela yang bertentangan dengan nilai-nilai syariat Islam karena merusak kehormatan dan martabat manusia. Islam sangat menekankan pentingnya menjaga kehormatan, kesucian, dan keamanan setiap individu sebagai bagian dari tujuan utama syariat (maqashid al-syariah).Perlindungan terhadap korban dalam Islam tidak hanya diwujudkan melalui pemberian sanksi kepada pelaku, tetapi juga melalui penghormatan terhadap hak-hak korban, pemberian rasa aman, serta larangan menyalahkan korban atas peristiwa yang dialaminya. Islam mengajarkan bahwa korban harus diperlakukan secara adil, manusiawi, dan diberikan perlindungan agar tidak mengalami penderitaan yang lebih berat.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180110 Criminal Law and Procedure (incl. Islamic Criminal Law, Jinayat)
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Mis Rahma Nurazizah
Date Deposited: 23 Jul 2026 08:15
Last Modified: 23 Jul 2026 08:15
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/59378

Actions (login required)

View Item View Item