Samsudin, Mohammad (2026) PENERAPAN PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA DALAM TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (Studi Putusan Nomor 3/Pid.Sus-Anak/2022/PN BNT). Undergraduate thesis, UIN KHAS Jember.
|
Text
Mohammad Samsudin_S20194051.pdf Download (1MB) |
Abstract
MOHAMMAD SAMSUDIN, 2026: Penerapan Pertanggungjawaban Pidana Dalam Tindak Pidana Pembunuhan Yang Dilakukan Oleh Anak (Studi Putusan Nomor 3/Pid.Sus-Anak/2-22/PN Bnt)”
Kata Kunci: Pertanggungjawaban Pidana, Tindak Pidana Pembunuhan, Anak
Meningkatnya kasus tindak pidana kejahatan terhadap jiwa yang melibatkan anak di bawah umur sebagai pelaku, seperti pembunuhan berencana, menjadi fenomena sosial dan hukum yang memerlukan penanganan serius. Karakteristik anak yang berbeda dari orang dewasa menuntut penerapan sanksi dan pertanggungjawaban pidana yang spesifik guna menyeimbangkan kepastian hukum dan perlindungan hak anak, apabila adanya suatu kegiatan yang tidak berdasarkan dengan hukum, maka hal yang demikian adalah suatu penyimpangan dan tidak menalankan dengan baik apa yang sudah diamanatkan Undang-Undang Dasar.
Adapun Fokus Penelitian yang Pertama, Apa Yang Menjadi Prinsip Dasar Pemidanaan Terhadap Anak Dalam Putusan Nomor 3/Pid.Sus-Anak/2022/PN Bnt.? Kedua, Bagaimana Prinsip Hukum Pidana Islam Terhadap Penerapan Pertanggungjawaban Pidana Dalam Tindak Pidana Pembunuhan Yang Dilakukan Oleh Anak Dalam Putusan Nomor 3/Pid.Sus-Anak/2022/PN Bnt? Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pertanggungjawaban pidana anak menurut hukum positif dalam putusan tersebut serta mengetahui kesesuaiannya dengan prinsip hukum pidana Islam.
Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan studi kasus (case approach) dan pendekatan perbandingan (comparative approach), menggunakan bahan hukum primer berupa putusan pengadilan terkait dan bahan hukum sekunder dan tersier.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. Penerapan pertanggungjawaban pidana terhadap anak sebagai pelaku pemunuhan dalam Putusan Nomor 3/Pid.Sus-Anak/2022/PN Bnt adalah Hakim berhasil membuktikan secara sah dan meyakinkan seluruh unsur materiil pembunuhan berencana dalam Pasal 340 KUHP yang dilakukan oleh anak berusia 17 tahun, di mana tindakan mempersenjatai diri dengan pisau badik serta jarak tempuh menuju bengkel korban menjadi bukti nyata adanya fase ketenangan batin dalam perencanaan delik (mens rea). Majelis Hakim tetap menunjukkan kepatuhan hukum yang mutlak terhadap asas legalitas formal yang membatasi sanksi pidana anak. 2. Prinsip hukum pidana Islam terhadap penerapan pertanggungjawaban pidana dalam tindak pidana pembunuhan yang dilakukan oleh anak menunjukkan adanya kebijakan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Buntok yang menjatuhkan sanksi pidana penjara maksimal selama sepuluh tahun secara substansial sangat selaras dengan konsep hukuman takzir dalam bentuk penahanan (al-habs). Formulasi sanksi ini berhasil mengintegrasikan aspek keadilan retributif guna memulihkan ketertiban sosial, pemenuhan rasa keadilan bagi keluarga korban yang ditinggalkan, serta pemeliharaan kemaslahatan publik (siyasah syar'iyyah) tanpa mengabaikan pemulihan moral (al-islah) bagi masa depan anak.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180110 Criminal Law and Procedure (incl. Islamic Criminal Law, Jinayat) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Pidana Islam |
| Depositing User: | Mohammad Samsudin |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 08:17 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 08:17 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/59381 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
