A'yuni, Qurota (2026) ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE TENTANG CYBER BULLYING PADA FILM BUDI PEKERTI. Undergraduate thesis, UIN Kh Achmad Siddiq Jember.
|
Text
new Qurota A’yuni NIM D20191129 (1).pdf Download (2MB) |
Abstract
Qurota A’yuni, 2026: “Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce Tentang Cyber Bullying Pada Film Budi Pekerti”.
Kata Kunci: Semiotika Charles Sanders Peirce, Cyberbullying, Film Budi Pekerti
Kemudahan penyebaran konten digital di media sosial tanpa verifikasi sering kali memicu fenomena negatif, seperti cyberbullying dan cancel culture. Realitas digital yang brutal ini direfleksikan secara mendalam dalam film Budi Pekerti karya Wregas Bhanuteja. Film ini mengisahkan keruntuhan karier, hancurnya fondasi ekonomi, hingga terganggunya kesehatan mental keluarga seorang guru BK bernama Bu Prani akibat potongan video perselisihan di pasar yang viral dengan narasi melenceng dan memicu penghakiman massal.
Fokus penelitian ini dirumuskan ke dalam dua poin utama, yaitu: (1) Mengetahui tanda-tanda yang menunjukkan tindakan cyberbullying dalam film Budi Pekerti, dan (2) Memahami bagaimana cyberbullying digambarkan melalui kacamata analisis semiotika model Charles Sanders Peirce.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis analisis semiotika model Charles Sanders Peirce. Sumber data utama dalam studi ini adalah film Budi Pekerti yang diakses melalui platform digital Netflix. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur terhadap adegan krusial serta dokumentasi berupa tangkapan layar (screenshots). Data yang terkumpul kemudian dibedah berdasarkan hubungan triadik elemen representamen (tanda), object (acuan), dan interpretant (pemaknaan).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perundungan siber dalam film tersebut bermula dari manipulasi konten (trickery) yang mendistorsi realitas, kemudian berevolusi menjadi serangan flaming, doxing, hingga review bombing yang melampaui batas ruang digital ke realitas fisik. Melalui analisis triadik makna, ditemukan bahwa tanda-tanda yang ditampilkan mengomodifikasi penderitaan korban menjadi instrumen penghakiman massa yang destruktif. Hal ini menegaskan bahwa cyberbullying mampu menggeser kebenaran faktual dengan narasi viral, yang mencerminkan krisis empati serta kerentanan individu dan institusi terhadap tekanan massa di era digital.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2001 Communication and Media Studies > 200101 Communication Studies 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2001 Communication and Media Studies > 200102 Communication Technology and Digital Media Studies |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Qurota A'yuni |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 08:26 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 08:26 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/59443 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
