Rahmah, Shofie Lathifah (2026) PENERAPAN METODE ENTRAPMENT DALAM PENEGAKAN TINDAK PIDANA KORUPSI DITINJAU DARI ASAS DUE PROCESS OF LAW DAN TEORI AL-'ADL. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq Jember.
|
Text
Skripsi Shofie Lathifah R wm.pdf Download (13MB) |
Abstract
Konsep ideal entrapment harus dibatasi agar tidak melanggar prinsip hukum
pidana, yaitu tidak menciptakan niat jahat (mens rea) baru pada pelaku, bertujuan
mengungkap kejahatan yang sudah ada bukan merekayasa kejahatan baru,
Proporsional dan berbasis bukti awal yang cukup, Menjunjung due process of law,
termasuk hak atas peradilan yang adil (fair trial). Prinsip keadilan (Al-'Adl) dalam
Islam menjadi dasar utama penegakan hukum Keadilan dinilai dari proses, bukan
hanya hasil hukuman proses harus bebas dari manipulasi, rekayasa, dan kezaliman.
Metode entrapment perlu dikaji kesesuaiannya dengan larangan menciptakan
kejahatan dan kewajiban memperoleh bukti secara sah, Jika metode mendorong
seseorang melakukan kejahatan yang sebelumnya tidak direncanakan, hal itu
berpotensi bertentangan dengan prinsip keadilan Islam.
Rumusan masalah yang menjadi perhatian dalam penelitian ini diantaranya
adalah: 1) Bagaimana penegakan hukum tindak pidana korupsi dengan metode
Entrapment (penjebakan) dalam persepektif Due process of law? 2) Bagaimana
pandangan hukum Islam dan teori Al-‘Adl terhadap penegakan hukum dalam tindak
pidana korupsi dengan metode Entrapment (penjebakan)?
Aspek yang menjadi tujuan dari penelitian ini diantaranya adalah: 1) Untuk
mendeskripsikan penerapan metode entrapment berdasarkan prinsip Due Process
of Law dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi. 2) Untuk menganalisis
perspektif hukum Islam dan teori Al-‘Adl terhadap penggunaan metode Entrapment
dalam penegakan tindak pidana korupsi.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan
pendekatan perundang-undangan (statute approach), konseptual (Conceptual
approach), dan perbandingan (comparative approach). Serta teknik pengumpulan
data berupa Studi Pustaka (bibliography study) dan menggunakan metode analisis
yang bersifat deskriptif kualitatif untuk mengolah bahan-bahan hukum yang telah
diperoleh.
Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah 1) bahwa
metode entrapment yang bersifat aktif dan manipulatif bertentangan dengan
prinsip due process of law karena menciptakan niat kriminal pada seseorang yang
sebelumnya tidak berniat melakukan tindak pidana. 2) dalam perspektif hukum
pidana islam, metode tersebut melanggar prinsip keadilan (Al-'Adl), kejujuran, dan
kaidah la darar wa la dirar (tidak boleh membahayakan). Namun, operasi tangkap
tangan (OTT) yang didasarkan pada bukti permulaan yang cukup dan tidak bersifat
provokatif dapat dibenarkan dalam kedua perspektif.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180105 Commercial and Contract Law |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Pidana Islam |
| Depositing User: | Shofie Lathifah Rahmah |
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 01:28 |
| Last Modified: | 03 Aug 2026 01:28 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/59445 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
