Mujibatul Arifin, Muhammad (2026) PEMANFAATAN TANAH PERHUTANI SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN BATU BATA DENGAN STATUS HAK PAKAI DITINJAU DARI HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi Kasus Desa Seputih Kecamatan Mayang). Undergraduate thesis, UIN KHAS JEMBER.
|
Text
MUHAMMAD MUJIBATUL ARIFIN_212102020053.pdf Download (3MB) |
Abstract
Muhammad Mujibatul Arifin, 2026: Pemanfaatan Tanah Perhutani Sebagai Bahan Pembuatan Batu Bata Dengan Status Hak Pakai Ditinjau Dari Hukum Ekonomi Syariah (Studi Kasus Desa Seputih Kecamatan Mayang).
Kata Kunci : Pemanfaatan Tanah, Perhutani, Batu Bata, Hak Pakai, Hukum Ekonomi Syariah
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya praktik pemanfaatan tanah Perhutani dengan status hak pakai sebagai lokasi usaha pembuatan batu bata di Desa Seputih Kecamatan Mayang. Dalam pelaksanaannya ditemukan bahwa tanah tidak hanya dimanfaatkan sebagai lokasi usaha, tetapi juga diambil sebagai bahan baku pembuatan batu bata. Selain itu, bentuk perjanjian antara pemegang hak pakai dan pihak Perhutani dilakukan secara lisan sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaiannya dengan ketentuan Hukum Ekonomi Syariah.
Fokus penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pemanfaatan tanah Perhutani dengan status hak pakai untuk kegiatan usaha pembuatan batu bata di Desa Seputih Kecamatan Mayang, dan (2) Bagaimana tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap pemanfaatan tanah Perhutani dengan status hak pakai untuk kegiatan usaha pembuatan batu bata.
Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan pemanfaatan tanah Perhutani dengan status hak pakai untuk kegiatan usaha pembuatan batu bata di Desa Seputih Kecamatan Mayang. (2) Untuk mengetahui dan menganalisis pemanfaatan tanah Perhutani dengan status hak pakai untuk kegiatan usaha pembuatan batu ditinjau dari hukum ekonomi syariah.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan sosio-legal. Penentuan informan dilakukan dengan teknik snowball sampling, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui proses pengelompokan, penafsiran, dan penarikan kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh di lapangan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pemanfaatan tanah Perhutani dilakukan berdasarkan izin hak pakai yang diberikan oleh Perhutani kepada masyarakat sebagai lokasi usaha pembuatan batu bata. Akan tetapi, dalam praktiknya tanah juga dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan batu bata, sedangkan perjanjian antara para pihak hanya dilakukan secara lisan. (2) Ditinjau dari Hukum Ekonomi Syariah, pemanfaatan tanah Perhutani belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip syariah karena terdapat ketidakjelasan hak, kewajiban, dan ruang lingkup pemanfaatan tanah. Hal ini ditinjau berdasarkan KHES Pasal 20 dan 21 tentang akad serta Fatwa DSN-MUI No. 09/DSN-MUI/IV/2000 tentang Pembiayaan Ijarah. Pengambilan tanah sebagai bahan baku tanpa izin yang jelas juga berpotensi termas
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180127 Mu'amalah (Islamic Commercial & Contract Law) > 18012710 al-Ijarah & al-Ju’alah (Sewa-menyewa & Kontrak Kerja) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Islam |
| Depositing User: | Muhammad Mujibatul Arifin |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 03:09 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 03:09 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/59613 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
