Febrianti, Warda Dwi (2026) KIAI, SANTRI DAN PERJODOHAN DI KALANGAN PESANTREN (Studi Adaptasi Interpersonal Hak dan Kewajiban Pasangan Suami Istri Hasil Perjodohan Di Pondok Pesantren Manbaul Ulum Bondowoso). Undergraduate thesis, UIN KHAS JEMBER.
|
Text
warda dwi febrianti_222102010068.pdf Download (3MB) |
Abstract
Warda Dwi Febrianti 2026: Kiai, Santri Dan Perjodohan Di Kalangan Pesantren (Studi Adaptasi Interpersonal Hak Dan Kewajiban Suami Istri Hasil Perjodohan Di Pondok Pesantren Manbaul Ulum Bondowoso).
Kata kunci: Kiai, Santri, Perjodohan, Adaptasi Interpersonal, Hak dan Kewajiban Suami Istri, Pondok Pesantren.
Perjodohan merupakan salah satu proses menuju pernikahan yang melibatkan pihak lain dalam memberikan rekomendasi calon pasangan. Di lingkungan pesantren, kiai memiliki peran penting karena dipercaya oleh santri dalam memberikan pertimbangan mengenai calon pasangan. Setelah menikah, pasangan hasil perjodohan perlu melakukan adaptasi interpersonal, seperti dalam memahami karakter pasangan serta melaksanakan hak dan kewajiban suami istri.
Fokus penelitian ini meliputi: 1) Bagaimana peran Kiai dalam menjodohkan santri di Pondok Pesantren Manbaul Ulum dan 2) bagaimana upaya pasangan santri dalam adaptasi interpersonal hasil perjodohan di Pondok Pesantren Manbaul Ulum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kiai dalam proses perjodohan serta mengkaji upaya pasangan dalam menyesuaikan diri dalam menjalankan hak dan kewajiban dalam kehidupan rumah tangga.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis untuk memahami bagaimana peran kiai dalam proses perjodohan serta adaptasi interpersonal pasangan dalam menjalankan hak dan kewajiban suami istri.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kiai berperan sebagai pemberi rekomendasi dan pembimbing dalam proses perjodohan berdasarkan pertimbangan ilmu agama, akhlak, karakter, dan kesiapan calon pasangan. Peran tersebut tidak bersifat memaksa karena keputusan menerima atau menolak perjodohan tetap berada pada santri dan keluarganya. 2) adaptasi interpersonal pasangan dilakukan secara bertahap melalui komunikasi, saling memahami karakter, menurunkan ego, meminta maaf, serta kesediaan untuk saling mengalah dan bekerja sama. Dalam pelaksanaan hak dan kewajiban, pasangan menjalankan tanggung jawab masing-masing sekaligus saling membantu sesuai kebutuhan rumah tangga. Upaya tersebut menunjukkan bahwa penyesuaian diri, komunikasi, kesabaran, dan tanggung jawab bersama menjadi bagian penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga pasangan hasil perjodohan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ny Warda Dwi Febrianti |
| Date Deposited: | 23 Oct 2026 01:49 |
| Last Modified: | 23 Oct 2026 01:49 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/59617 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
