TALAK SATU BAIN SUGHRA SUAMI TERHADAP ISTRI PERSPEKTIF FIQH SYAFI'I DAN HUKUM POSITIF (STUDI PUTUSAN NOMOR 1862/Pdt.G/2025/PA.Jr)

zain, Desvira muti selvi nadia (2026) TALAK SATU BAIN SUGHRA SUAMI TERHADAP ISTRI PERSPEKTIF FIQH SYAFI'I DAN HUKUM POSITIF (STUDI PUTUSAN NOMOR 1862/Pdt.G/2025/PA.Jr). Undergraduate thesis, UIN KIAI HAJI ACHMAD SHIDDIQ JEMBER.

[img] Text
Talak Satu Bain Sughra Suami Terhadap Istri Perspektif Fiqh Syafi’i dan Hukum Positif_Desvira.pdf - Accepted Version

Download (2MB)

Abstract

Perkawinan dalam Islam merupakan mitsaqan ghalizah yang bertujuan membentuk keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah, namun dalam praktiknya tidak sedikit rumah tangga yang berakhir pada perceraian akibat perselisihan terusmenerus dan penelantaran nafkah. Persoalan menjadi lebih kompleks karena terdapat perbedaan konseptual antara fiqh Syafi’i, yang pada dasarnya mengategorikan talak satu sebagai talak raj'i, dengan Kompilasi Hukum Islam yang mengualifikasikan talak melalui putusan pengadilan tertentu sebagai talak ba'in sughra. Putusan Nomor 1862/Pdt.G/2025/PA.Jr. menarik untuk dikaji karena majelis hakim menjatuhkan talak satu ba'in sughra dalam perkara cerai gugat, sementara penelitian terdahulu belum secara khusus menganalisis ratio decidendi putusan ini dengan mengintegrasikan perspektif fiqh Syafi’i dan hukum positif Indonesia secara simultan, sehingga tingkat harmonisasi keduanya belum diketahui Penelitian ini berfokus pada dua persoalan, yaitu bagaimana pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 1862/Pdt.G/2025/PA.Jr., serta bagaimana putusan tersebut ditinjau dari perspektif hukum positif Indonesia dan hukum Islam (fiqh Mazhab Syafi’i). Melalui kedua fokus tersebut, penelitian ini bertujuan mengungkap dasar hukum yang digunakan hakim dalam menjatuhkan talak, sekaligus menilai kesesuaian pertimbangan dan amar putusan dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia maupun doktrin fiqh Syafi’i. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan kasus (case approach). Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer (Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan beserta perubahannya, Kompilasi Hukum Islam, dan Putusan Nomor 1862/Pdt.G/2025/PA.Jr.), bahan hukum sekunder (buku, jurnal, dan kitab fiqh klasik Mazhab Syafi'i), serta bahan hukum tersier, yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif dengan metode interpretatif dan argumentatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hukum majelis hakim dalam Putusan Nomor 1862/Pdt.G/2025/PA.Jr telah sesuai dengan ketentuan hukum positif Indonesia dan prinsip-prinsip hukum Islam. Hal ini didasarkan pada terbuktinya perselisihan dan pertengkaran yang terjadi secara terus-menerus, tidak dipenuhinya kewajiban nafkah oleh suami, serta adanya pisah tempat tinggal dalam waktu yang lama sehingga tujuan perkawinan tidak lagi dapat diwujudkan. Penjatuhan talak satu ba'in sughra tersebut telah memenuhi ketentuan Pasal 116 Kompilasi Hukum Islam serta mencerminkan asas keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan hukum melalui perlindungan terhadap hak-hak istri, serta sejalan dengan fiqh Mazhab Syafi'i, khususnya terkait konsep dharar dan syiqaq.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Talak Ba'in Sughra, Putusan Pengadilan Agama, Pertimbangan Hakim, Hukum Keluarga Islam, Fiqh Mazhab Syafi'i.
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: vira desvira zain
Date Deposited: 23 Oct 2026 01:52
Last Modified: 23 Oct 2026 01:52
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/59620

Actions (login required)

View Item View Item