INTERPRETASI KONTEKSTUAL ATAS PEMIKIRAN SYAIKH NAWAWI AL-BANTANI TERHADAP AYAT-AYAT KEBHINEKAAN DAN PERSATUAN DALAM KITAB TAFSIR MARĀḤ LABĪD

Affan, Muhammad (2022) INTERPRETASI KONTEKSTUAL ATAS PEMIKIRAN SYAIKH NAWAWI AL-BANTANI TERHADAP AYAT-AYAT KEBHINEKAAN DAN PERSATUAN DALAM KITAB TAFSIR MARĀḤ LABĪD. Undergraduate thesis, Universitas Kiai Haji Achmad Shiddiq Jember.

[img] Text
Muhammad Hayyul Affan.pdf

Download (7MB)

Abstract

ABSTRAK Muhammad Hayyul Affan, 2022: Interpretasi Kontekstual Syaikh Nawawi Al-Bantani Atas Ayat-Ayat Kebhinekaan Dan Persatuan Dalam kitab Tafsir Marāḥ Labīd. Kata Kunci : Kebhinekaan, Persatuan, Syaikh Nawawi Al-Bantani. Al-Qur’an memiliki prinsip-prinsip universal akan senantiasa relevan untuk setiap waktu dan tempat. Asumsi ini membawa implikasi bahwa problem-problem sosial keagamaan di era kontemporer tetap akan dapat dijawab oleh al-Qur’an dengan cara kontekstualisasi penafsiran, dengan seiring semangat dan tuntutan problem yang ada. Kebhinekaan dan persatuan adalah sebuah sikap nyata, yang ada di Indonesia. Sebagai dasar pedoman bernegara berupaya mewadahi keberagaman yang dimiliki warga Negara dengan tetap satu bentuk Negara Kesatuan Republik Indoneia (NKRI). Syaikh Nawawi adalah seorang ulama dan intelektual yang sangat produktif menulis kitab, dan memberikan pengaruh besar bagi dunia. Karena kemasyhurannya kemudian dijuluki Sayyid al-'Ulama al-Hijâz (Pemimpin Ulama Hijaz). Kitab Tafsir Marāḥ Labīd merupakan karya terbesar dari seorang ulama besar yang lebih banyak menghabiskan hidupnya untuk membukakan ilmu di jalan Allah. Sebagai manusia yang lahir di Indonesia sudah barang tentu mengerti akan adanya kebhinekaan (keragaman) yang ada di Indonesia. maka rasa nasionalisme Syaikh Nawawi tumbuh untuk memperjuangkan nasionalisme lewat karya-karya serta pemikiranya. Penelitian ini tentang bagaimana Interpretasi Kontekstual atas ayat-ayat Kebhinekaan dan Persatuan Dalam al-Qur’an melalui pandangan Syaikh Nawawi al-Bantani dengan menggunakan metode pendekatan Kontekstual Abdullah Saeed. Fokus Penelitian dalam Skripsi ini adalah sebagai berikut: (1)Bagaimana pandangan mengenai Kebhinekaan dan Persatuan perspektif Syaikh Nawawi Al-Bantani? (2) Bagaimana Interpretasi kontekstual Syaikh Nawawi Al-Bantani dalam kitab tafsir Marāḥ Labīd?. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini ialah sebagai berikut: menggunakan analisis tafsir Kontekstual (Abdullah Saeed), dan termasuk jenis penelitian kualitatif yang menggunakan data-data kepustakaan (library research). Hasil Penelitian Skripsi ini ialah : Konsep Kebhinekaan dan Persatuan yang ada dalam Q.S. al-Hujurat [49] ayat 13 dan Q.S. al-Baqarah [2] ayat 213 dimaknai sebagai sikap Toleransi Bermasyarakat. Syaikh Nawawi berpandangan : doktrin-doktrin agama menganjurkan keharmonisan (tasamuḥ), kedamaian (as-sīlm), kerukunan (al-ukhuwwaḥ), saling menghormati (at-tarāḥum), menjunjung tinggi prinsip kebersamaan, tolong-menolong ( ta'awun ), dalam persoalan mua'malah (interaksi sosial). Menjaga Persatuan adalah sebuah bentuk memperkokoh kualitas keimanan seseorang. Maka Kebhinekaan dan Persatuan dalam kontekstualisasinya di Indonesia menjelaskan bahwa bangsa Indonesia adalah satu, walaupun banyak keberagaman-keberagaman yang terdapat di antara masyarakat. Nilai-nilai Kebhinekaan dan Persatuan yang terkandung dalam al-Qur’an sesuai dengan nilai-nilai asas yang diterapkan dalam hukum yang berlaku dan teramalkan di Indonesia. Wallahu ā’lam.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220405 Religion and Society
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Man Hayyul Affan
Date Deposited: 07 Jul 2022 08:38
Last Modified: 07 Jul 2022 08:38
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/8957

Actions (login required)

View Item View Item