Salsabila, Frida Ainiya (2025) Makna Fitnah Dalam Qs.Al-Anbiya'(21):35 dan relevansinya dengan fenomena idol k-pop. Undergraduate thesis, UIN KH Achmad Siddiq Jember.
|
Text
skripsi bela revisi.pdf Download (1MB) |
Abstract
Frida Ainiya Salsabila, 2025 : Makna Fitnah dalam QS. Al-Anbiya’ (21): 35 dan
Relevansinya dengan Fenomena Idol Laki-Laki K-Pop
Kata Kunci : Fitnah, QS. Al-Anbiya’ (21): 35, Idol Laki-Laki K-Pop
Penelitian ini berangkat dari fenomena budaya populer Korea (K-Pop) yang
menampilkan figur idol laki-laki dengan karakteristik soft masculinity yang berbeda
dari citra maskulin yang berkembang di tengah masyarakat. Popularitas tersebut
dapat berpotensi untuk menciptakan situasi di mana penggemarnya terkhusus
perempuan merasa terpesona dan terjebak dalam bentuk pengidolaan yang tidak
proporsional atau berlebihan. Dalam konteks ini, makna kata fitnah dalam QS. Al-
Anbiya’ (21): 35 dipahami bukan hanya sebagai ujian berupa penderitaan akan
tetapi juga sebagai kenikmatan yang melalaikan manusia.
Fokus masalah yang kemudian akan dibahas dalam penelitian ini adalah: 1)
Bagaimana makna fitnah dalam QS. Al-Anbiya’ (21): 35 perspektif teori Ma’nā
cum Maghzā?. 2) Bagaimana relevansi QS. Al-Anbiya’ (21): 35 dengan fenomena
idol laki-laki K-Pop di era modern?. Adapun signifikansinya ialah: 1) Mengetahui
penafsiran tetang konsep fitnah pada QS. Al-Anbiya’ (21): 35 dengan
menggunakan perspektif teori Ma’nā cum Maghzā. 2) Menerangkan relevansi
makna fitnah pada QS. Al-Anbiya’ (21): 35 sebagai respons terhadap fenomena
idol laki-laki K-Pop di era modern.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis
penelitian pustaka. Beberapa literatur tafsir dari QS. Al-Anbiya’ (21): 35 dari
beberapa kitab tafsir klasik maupun kontemporer akan dijadikan sebagai sumber
data primer. Sedangkan untuk data sekundernya memanfaatkan beberapa referensi
seperti yang berasal dari buku, jurnal, skripsi, maupun artikel akademik yang
berkaitan dengan tema fitnah dan budaya K-Pop. Analisis data akan dilakukan
melalui tahapan teori Ma’nā cum Maghzā Sahiron Syamsuddin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Makna fitnah dalam QS. Al-
Anbiya’ (21): 35 ditafsirkan sebagai ujian yang menyeluruh bagi manusia
mencakup kebaikan maupun keburukan. Ujian tidak hanya berupa penderitaan
tetapi juga dapat berupa kenikmatan yang dapat menjerumuskan manusia dalam
kelalaian. Dalam konteks historis, ayat ini turun untuk menekankan tentang
kefanaan hidup manusia dan mengingatkan bahwa dunia adalah ladang ujian. 2)
Dalam konteks fenomenal dinamis, ayat ini memiliki relevansi dengan fenomena
idol laki-laki K-Pop yang mencerminkan bentuk ujian di zaman modern yakni
berupa fanatisme yang berlebihan terhadap figur publik. Relasi antara penggemar
dan idol laki-laki dapat membentuk pola hubungan parasosial yang dapat
menggeser keseimbangan nilai moral dan spiritual. Oleh karena itu, ayat ini
menegaskan bahwa setiap bentuk kenikmatan duniawi termasuk hiburan harus
dihadapi dengan proporsionalitas spiritual dan kesadaran iman agar tidak
terjerumus pada fitnah berupa kenikmatan yang menyesatkan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY > 1608 Sociology > 160809 Sociology of Education |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Frida Ainiya Salsabila |
| Date Deposited: | 31 Dec 2025 05:33 |
| Last Modified: | 31 Dec 2025 05:33 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/51158 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
