Azkiya', Diyanatil (2025) PERBEDAAN EPISTEMOLOGI HADIS DALAM TRADISI SUNNI DAN SYIAH DALAM ANALISIS HERMENEUTIKA EKSISTENSI MARTIN HEIDEGGER. Undergraduate thesis, UIN KH Achmad Siddiq Jember.
|
Text
Diyanatil Azkiya'_223104020001.pdf Download (1MB) |
Abstract
Diyanatil Azkiya’, 2025: Perbedaan Epistemologi Hadis dalam Tradisi Sunni dan Syiah dalam Analisis Hermeneutika Eksistensi Martin Heidegger.
Kata Kunci: Epistemologi Hadis, Sunni, Syiah, Hermeneutika Eksistensialis, Martin Heidegger.
Hadis sebagai sumber ajaran setelah Al-Qur’an memiliki peran sentral dalam pembentukan hukum, teologi, dan budaya umat Islam. Namun, hadis tidak hadir dalam ruang pemahaman tunggal; dua tradisi besar Islam, Sunni dan Syiah, mengembangkan epistemologi hadis yang berbeda sejak awal sejarah Islam. Perbedaan metode sanad, struktur otoritas periwayatan, hingga orientasi penafsiran memperlihatkan bahwa hadis hidup dalam horizon teologis, historis, dan sosial yang beragam. Di sisi lain, hermeneutika eksistensial Heidegger menawarkan ruang analitis untuk menjelaskan bahwa pemahaman teks agama selalu terikat pada dunia penafsir, sejarah yang diwarisi, dan pra-pemahaman yang dibawa ke dalam teks.
Penelitian ini merumuskan dua fokus utama, pertama bagaimana perbedaan dasar epistemologi hadis Sunni dan Syiah terkait otoritas sanad dan periwayatan hadis dan bagian kedua bagaimana hermeneutika eksistensial Heidegger menjelaskan perbedaan cara memahami dan menafsirkan hadis dalam kedua tradisi tersebut. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan fondasi epistemologis hadis Sunni dan Syiah secara komparatif serta menganalisis cara dua tradisi tersebut menafsirkan hadis melalui kerangka hermeneutika Heidegger.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian pustaka. Sumber primer mencakup karya metodologis hadis Sunni dan Syiah seperti Muqaddimah fī ‘Ulūm al-Ḥadīṡ Ibn al-Ṣalāḥ, al-Kifāyah al-Baghdādī, Dirāyat al-Ḥadīṡ al-Shahīd al-Thānī, serta literatur rijāl seperti Rijāl al-Najāshī dan Mu‘jam Rijāl al-Ḥadīṡ al-Khū’ī. Literatur Heidegger seperti Sein und Zeit digunakan sebagai dasar teori hermeneutika eksistensial. Data dianalisis dengan kategorisasi tematik dan pembacaan hermeneutik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi hadis Sunni bertumpu pada keadilan sahabat, verifikasi sanad historis, dan jaringan periwayatan luas; sementara epistemologi hadis Syiah berporos pada imamah dan otoritas Ahlul Bait, dengan jaringan periwayatan yang lebih internal dan imam-sentris. Melalui hermeneutika eksistensial Heidegger, perbedaan tafsir hadis ini dipahami sebagai akibat perbedaan dunia keberadaan, horizon sejarah, dan pra-pemahaman, bahwa Sunni dibentuk oleh sejarah komunitas sahabat dan mayoritas umat, sedangkan Syiah dibentuk oleh pengalaman imamah dan sejarah marginalisasi Ahlul Bait. Bahwa perbedaan pemaknaan hadis merupakan konsekuensi eksistensial dari dunia yang menghidupi penafsirnya.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220402 Comparative Religious Studies 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220405 Religion and Society |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Hadits |
| Depositing User: | Ms Diyanatil Azkiya' |
| Date Deposited: | 02 Jan 2026 02:26 |
| Last Modified: | 02 Jan 2026 02:26 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/51367 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
