Faizzul Haq, Ahmad (2025) IMPLEMENTASI TARJIH MAQASIDI TERHADAP IKHTILAF ULAMA ATAS KETENTUAN IDAH WANITA HAMIL AKIBAT ZINA. Undergraduate thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
|
Text
Ahmad Faizzul Haq_222102010007.pdf Download (1MB) |
Abstract
Ahmad Faizzul Haq, 2025: Implementasi Tarjih Maqasidi Terhadap Ikhtilaf
Ulama Atas Ketentuan Idah Wanita Hamil Akibat Zina.
Kata kunci: Tarjih Maqasidi, Idah Wanita Hamil Akibat Zina, Ikhtilaf Ulama.
Seiring perkembangan hukum Islam, tidak jarang para ulama berbeda
pendapat akibat perbedaan metode istinbat dan pemahaman terhadap dalil. Tidak
semua persoalan dijelaskan secara eksplisit dalam nas, sehingga para ulama
melakukan ijtihad dengan metode dan cara istidlal yang berbeda. Akibatnya,
muncul berbagai ikhtilaf dalam permasalahan-permasalahan fiqh, salah satunya
terkait kewajiban idah bagi wanita hamil akibat zina. Hanafiyyah dan Shafi‘iyyah
berpendapat tidak ada kewajiban idah, sedangkan Malikiyyah dan Hanabilah
mewajibkan idah hingga ia melahirkan. Ikhtilaf ini menarik dikaji melalui
pendekatan tarjih maqasidi, yakni upaya mengunggulkan salah satu dari dua
pendapat yang kontradiktif dengan melihat aspek maqasid al-shari‘ah guna
menentukan pendapat yang paling sejalan dengan prinsip kemaslahatan.
Fokus penelitian dalam penelitian ini ada dua hal, yaitu: 1) Bagaimana
pendapat para ulama terkait ketentuan idah bagi wanita hamil akibat zina? 2)
Bagaimana implementasi tarjih maqasidi terhadap ikhtilaf ulama atas ketentuan
idah wanita hamil akibat zina?
Tujuan penelitian ini ialah: 1) Untuk mengidentifikasi pendapat dan
istinbat para ulama dalam menetapkan hukum idah bagi wanita hamil akibat zina.
2) Untuk mengkaji dan menjelaskan implementasi tarjih maqasidi dalam
menyikapi ikhtilaf ulama mengenai ketentuan idah bagi wanita hamil akibat zina.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan
pendekatan konseptual yang menelaah hukum dari aspek normatif seperti aturan,
asas, prinsip, teori, dan doktrin hukum di mana data diperoleh melalui studi
pustaka terhadap literatur klasik dan kontemporer dalam bidang fiqh dan usul al-
fiqh.
Hasil penelitian bermuara pada dua kesimpulan: 1) Ulama terbagi menjadi
dua kelompok; Ḥanafiyyah dan Shāfi‘iyyah yang tidak mewajibkan idah bagi
wanita hamil akibat zina, serta Malikiyyah dan Hanabilah yang mewajibkannya
hingga melahirkan. Keduanya memiliki argumentasi dan dalil-dalil yang
digunakan sebagai dasar pendapat. 2) Melalui implementasi tarjih maqasidi
dengan mempertimbangkan tiga aspek, yaitu tingkatan maqasid, dar’ al-mafasid
muqaddam ‘ala jalb al-masalih, dan taqdim maslahah ‘ammah ‘ala maslahah
khassah diperoleh kesimpulan bahwa pendapat Malikiyyah dan Hanabilah lebih
kuat secara maqasid, karena lebih sesuai dengan tujuan syariat dalam menjaga
keteraturan nasab dan mencegah mafsadah yang lebih luas.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Man Ahmad Faizzul Haq |
| Date Deposited: | 06 Jan 2026 06:35 |
| Last Modified: | 06 Jan 2026 06:35 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/51701 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
