Najikh, Ahmad Hayyan (2025) KONSTRUKSI DAKWAH MULTIKULTURAL DALAM MENINGKATKAN HARMONI SOSIAL DI DESA SUKORENO JEMBER. Doctoral thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
|
Text
Ahmad Hayyan Najikh_213307030016.pdf Download (3MB) |
Abstract
Najikh, Ahmad Hayyan, 2025. Konstruksi Dakwah Multikultural Dalam Meningkatkan Harmoni Sosial Di Desa Sukoreno Jember. Disertasi. Program Studi Studi Islam Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Promotor: Prof. Dr. Ahidul Asror, M.Ag. Co-Promotor: Dr. Kun Wazis, M.I.Kom.
Kata Kunci: Dakwah Multikultural, Konstruksi Sosial, Harmoni Sosial, Modal Sosial, Desa Sukoreno.
Penelitian ini meneliti konstruksi dakwah multikultural sebagai mekanisme perawatan harmoni sosial di Desa Sukoreno, Jember, sebuah komunitas pedesaan yang dijuluki “Desa Pancasila” karena kerukunan dalam kemajemukan agama (Islam, Hindu, Kristen, Katolik, dan Sapta Darma). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara wacana teoritis multikulturalisme dan praktik dakwah inklusif di tingkat akar rumput, khususnya di pedesaan yang stabil.
Tujuan penelitian adalah untuk: (1) mendeskripsikan proses konstruksi sosial dakwah multikultural melalui tahapan eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi; (2) menganalisis dinamika pertimbangan tokoh agama Islam dalam memilih pendekatan dakwah multikultural; serta (3) mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga tokoh agama kunci, observasi partisipatif, dan studi dokumen, dianalisis secara tematik dan divalidasi melalui triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa harmoni sosial dibangun melalui siklus konstruksi sosial yang dinamis dan proaktif, yang memperkaya teori Berger dan Luckmann dengan menekankan peran agensi strategis tokoh agama. Nilai inklusivitas dieksternalisasi dalam tindakan komunikatif strategis (seperti partisipasi lintas ritual dan mediasi konflik), terobjektivasi menjadi norma bersama, dan terinternalisasi sebagai habitus kolektif serta identitas inklusif “warga Sukoreno”. Proses ini digerakkan oleh pertimbangan holistik yang memadukan aspek teologis, sosiologis, kultural, dan personal. Temuan utama penelitian adalah model integratif yang menghubungkan dakwah multikultural, konstruksi sosial, dan pembentukan modal sosial khas (bridging social capital, resiliensi berbasis norma, dan identitas inklusif) sebagai mekanisme perawatan harmoni.
Kesimpulannya, dakwah multikultural di Sukoreno berfungsi sebagai praksis transformatif yang secara aktif mengonstruksi harmoni sosial berkelanjutan. Temuan ini tidak hanya memberikan bukti empiris tentang praktik dakwah kontekstual, tetapi juga mengembangkan kerangka teoritis multikulturalisme dan konstruksi sosial, serta menawarkan model inspiratif bagi pengelolaan keragaman di Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Subjects: | 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2099 Other Language, Communication and Culture > 209999 Language, Communication and Culture not elsewhere classified |
| Divisions: | Program Doktoral > Studi Islam |
| Depositing User: | Ahmad Hayyan Najikh |
| Date Deposited: | 14 Jan 2026 00:55 |
| Last Modified: | 14 Jan 2026 00:55 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/52177 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
