HUSEIN, SALMAN ALFARIZY (2025) REVITALISASI HADITS EKOLOGI SEBAGAI ETIKA LINGKUNGAN MODERN: TINJAUAN TEORI TAJDĪD YŪSUF AL-QARḌHĀWĪ. Undergraduate thesis, uin khas jember.
|
Text
Salman Al Farizy Husain-212104020006.pdf Download (1MB) |
Abstract
ABSTRAK
SALMAN AL FARIZY HUSAIN, 2025 : Revitalisasi hadits ekologi sebagai etika lingkungan modern: Tinjauan Teori Tajdīd Yūsuf Al-Qarḍhāwī
Kata kunci: Revitalisasi, Hadits ekologi, Lingkungan modern, Tajdīd Yūsuf Al-Qarḍhāwī
Kerusakan lingkungan yang menjadi isu global mendesak untuk dicarikan solusinya dari berbagai perspektif, termasuk agama. Sebagai sumber ajaran Islam, Ḥadīṡ Nabi mengandung prinsip-prinsip ekologis yang sangat relevan untuk dikontekstualisasikan dalam menjawab tantangan lingkungan modern. Namun, pemahaman teks Ḥadīṡ yang bersifat statis dan tekstual seringkali tidak memadai untuk merespons problem kontemporer yang dinamis. Gagasan Tajdīd (pembaruan) yang diusung oleh Yūsuf Al-Qarḍhāwī menawarkan pendekatan reaktualisasi nilai-nilai Islam agar tetap Ṣāliḥ li kulli zamān wa makān (relevan di setiap zaman dan tempat). Melalui pendekatan Tajdīd, nilai-nilai ekologi dalam Ḥadīṡ tidak hanya dipahami sebagai doktrin masa lalu, tetapi dapat dihidupkan kembali sebagai etika lingkungan yang aplikatif dan transformatif bagi masyarakat modern.
Rumusan masalah yang diangkat sebagai berikut: 1) Bagaimana nilai-nilai Ḥadīṡ tentang ekologi? 2) Bagaimana implementasi Tajdīd Yūsuf Al-Qarḍhāwī terhadap Ḥadīṡ ekologi? 3) Bagaimana revitalisasi Ḥadīṡ ekologi terhadap lingkungan modern?
Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengidentifikasi nilai-nilai ekologi dalam Ḥadīṡ Nabi. 2) Untuk menganalisis implementasi teori Tajdīd Al-Qarḍhāwī dalam memahami Ḥadīṡ ekologi. 3) Untuk merumuskan model revitalisasi Ḥadīṡ ekologi sebagai etika lingkungan modern.
Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten terhadap teks-teks Ḥadīṡ dan pemikiran Yūsuf Al-Qarḍhāwī. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan yang bersumber dari data primer dan data sekunder. Adapun data primer, dihimpun dari kitab-kitab Ḥadīṡ dan karya-karya Yūsuf Al-Qarḍhāwī. Sedangkan data sekunder, dihimpun dari buku-buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang memiliki keterkaitan dengan kajian skripsi ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Nilai-nilai ekologi dalam Ḥadīṡ mencakup prinsip menjaga keseimbangan (mizan), larangan berbuat kerusakan (Ifsād) di muka bumi, serta anjuran untuk memakmurkan bumi dan melestarikan sumber daya alam. 2) Implementasi Tajdīd Yūsuf Al-Qarḍhāwī memungkinkan penafsiran Ḥadīṡ ekologi secara kontekstual dengan menempatkan maqāṣid al-sharī‘ah sebagai kerangka etis, maslahah sebagai orientasi kemanfaatan, serta mempertimbangkan realitas sosial masyarakat modern, sehingga pesan moral Ḥadīṡ dapat diaktualisasikan. 3) Revitalisasi Ḥadīṡ ekologi melahirkan sebuah konstruk etika lingkungan modern yang bersumber dari teks keagamaan, yang menekankan tanggung jawab manusia sebagai Khalīfah untuk melakukan konservasi lingkungan, mengadopsi gaya hidup berkelanjutan, dan memberikan respons yang proaktif terhadap krisis ekologi kontemporer.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2201 Applied Ethics > 220104 Human Rights and Justice Issues |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Hadits |
| Depositing User: | S.Ag Salman Al farizy Husain |
| Date Deposited: | 23 Jan 2026 02:47 |
| Last Modified: | 23 Jan 2026 02:47 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/52279 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
