Menguri Makna Al-Gābirīn daam Al-Qur'an dan Kontekstualisasinya dalam Fenomena Fujoshi

Fanny, Silvya Menguri Makna Al-Gābirīn daam Al-Qur'an dan Kontekstualisasinya dalam Fenomena Fujoshi. Skripsi.

[img] Text
Fanny..pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Kata kunci: Al-Gābirīn, Fujoshi, interpretasi Paul Recoeur
Pada tahun 1970 di Jepang, Takemiya Keiko dan Hagio Moto menerbitkan sebuah manga/manhwa dengan tema homoerotis. Mengikuti terbitan manga/manhwa itulah istilah fujoshi muncul untuk menyebut para perempuan yang menyukai fiksi homoerotis atau yang biasa disebut dengan yaoi atau boy’s love. Pembahasan mengenai fujoshi memang tidak dijelaskan secara gamblang dalam Al-Qur’an, namun dapat kita lihat dalam sejarah peradaban manusia yakni kisah Walihah istri Nabi Luth yang turut Allah timpakan azab seperti azab yang ditimpakan kepada kaum Nabi Luth.
Fokus penelitian yang diteliti dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana Al-Gābirīn dalam perspektif Tafsir klasik dan Tafsir Modern? (2) Bagaimana interpretasi makna Al-Gābirīn dengan menggunakan Teori Hermeneutika Paul Ricoeur serta relevansinya terhadap fenomena fujoshi/fudanshi? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan makna Al-Gābirīn dalam perspektif tafsir klasik dan tafsir Modern (2) Bagaimana interpretasi makna Al-Gābirīn dengan menggunakan Teori Hermeneutika Paul Ricoeur serta relevansinya terhadap fenomena fujoshi/fudanshi.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan netnografi yakni metode yang berfokus pada menganalisis perilaku dan opini para pengguna web. Teknik pengumpulan data menggunakan library reseacrh, observasi, dan wawancara tidak terstruktur kepada para informan. Analisis data yang digunakan adalah teori interpretasi dari Paul Recoeur.
Dalam penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa (1) Al-Gābirīn perspektif tafsir klasik dan tafsir modern yakni bermakna istri Nabi Luth turut diazab oleh Allah sebagaimana azab yang diturunkan kepada kaum Nabi Luth dikarenakan berpalingnya dia dari keluarganya (kebenaran) dan kecenderungannya terhadap kaum Nabi Luth (homoseksual), (2) hasil interpretasi makna Al-Gābirīn yang peneliti dapatkan adalah para fujoshi/fudanshi yang memiliki kecondongan terhadap kaum LGBT dengan perilaku-perilaku yang mengarah kepada mendukung serta membela kaum LGBT baik secara terang-terangan maupun membenarkan dalam hati adalah termasuk golongan orang yang tertinggal, yakni orang-orang yang Allah tetapkan menjadi bagian dari orang yang akan Allah timpakan azab

Item Type: Article
Subjects: 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY > 1604 Human Geography > 160403 Social and Cultural Geography
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Ms Fanny Silvya Rahayu
Date Deposited: 04 Jul 2024 08:38
Last Modified: 04 Jul 2024 08:38
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/35776

Actions (login required)

View Item View Item