TRADISI DUDUS PADA ANAK SUKERTA: STUDI LIVING QUR’AN DI MASYARAKAT DESA DUKUH MENCEK KECAMATAN SUKORAMBI KABUPATEN JEMBER

Cahyaning Wulan, Ainun (2025) TRADISI DUDUS PADA ANAK SUKERTA: STUDI LIVING QUR’AN DI MASYARAKAT DESA DUKUH MENCEK KECAMATAN SUKORAMBI KABUPATEN JEMBER. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
AINUN CAHYANING WULAN _ 222104010002.pdf

Download (3MB)

Abstract

Kata kunci : Dudus, Living Qur’an

Tradisi Dudus merupakan ritual penyucian yang dilakukan untuk anak-anak yang dianggap sukerta. Masyarakat meyakini anak sukerta adalah anak yang membawa kesialan, atau pengaruh yang kurang baik, seperti anak yang lahir dengan urutan tertentu. Keyakinan ini berakar pada pengalaman sosial keagamaan masyarakat yang memadukan ajaran Islam, tradisi lokal, serta pemahaman kolektif tentang pentingnya menjaga keselamatan. Fenomena inilah yang menjadi menarik untuk dikaji sebagai bentuk Living Qur’an yang muncul dari interaksi masyarakat dengan ayat-ayat yang mereka yakini memiliki fadilah khusus.
Penelitian ini berfokus pada (1) bagaimana pelaksanaan tradisi Dudus pada anak sukerta di Desa Dukuhmencek, dan (2) bagaimana pemaknaan masyarakat terhadap bacaan ayat-ayat Al-Qur’an dalam tradisi Dudus di Desa Dukuhmencek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan deskripsi menyeluruh mengenai pelaksanaan Dudus serta menjelaskan makna, keyakinan, dan pengalaman spiritual masyarakat berkaitan dengan bacaan yang dipakai.
Metode yang digunakan adalah kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan tokoh agama dan pelaku tradisi, serta dokumentasi selama kegiatan. Kemudian data dianalisis menggunakan analisis data model Miles dan Huberman, yaitu dengan mereduksi data, menyajikan, dan kemudian menyimpulkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Dudus melibatkan rangkaian ritual seperti menyiapkan sajian, pembacaan surah tertentu, kemudian siraman. Masyarakat meyakini bahwa pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an dalam tradisi Dudus ini berfungsi sebagai perlindungan dan penolak bala bagi anak yang dianggap sukerta. Keyakinan ini berasal dari pengalaman turun-temurun dan penjelasan yang diberikan oleh tokoh agama, sehingga ayat-ayat Al-Qur’an tidak hanya dilihat dari segi makna, tetapi lebih kepada berkah dan rasa aman yang diyakini bakal menyertai anak setelah melakukan ritual tersebut. Dengan demikian, kebiasaan ini menjadi wujud nyata bagaimana masyarakat berinteraksi dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220406 Studies in Eastern Religious Traditions
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Ainun Cahyaning Wulan
Date Deposited: 31 Dec 2025 03:08
Last Modified: 31 Dec 2025 03:08
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/51042

Actions (login required)

View Item View Item