Gambaran stres pekerja sosial dalam memanangani klien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Lingkungan Pondok Sosial (LIPOSOS) jember

Rahmadani Putri, Azelia (2025) Gambaran stres pekerja sosial dalam memanangani klien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Lingkungan Pondok Sosial (LIPOSOS) jember. Gambaran Stres Pekerja Sosial dalam Menangani Klien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Lingkungan Pondok Sosial (LIPOSOS) Jember. (Unpublished)

[img] Text
AZELIA RAHMADANI PUTRI_211103050021 FIX.pdf

Download (18MB)

Abstract

Azelia Rahmadani Putri, 2025: Gambaran Stres Pekerja Sosial dalam
Menangani Klien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Lingkungan Pondok
Sosial (LIPOSOS) Jember
Kata Kunci: Stres, Pekerja Sosial.

Pekerja sosial di Lingkungan Pondok Sosial (LIPOSOS) Jember
menghadapi berbagai tantangan kompleks dalam menangani klien Orang Dengan
Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berdampak signifikan terhadap kondisi psikologis
mereka. Dengan jumlah 12 pekerja sosial yang harus melayani 54 klien, mereka
berhadapan dengan perilaku klien yang agresif, risiko kekerasan fisik, beban kerja
tinggi dengan jam kerja panjang hingga 24 jam, serta keterbatasan fasilitas dan
tenaga profesional. Situasi ini diperburuk dengan stigma keluarga yang sering
menolak menerima kembali klien yang telah dinyatakan sembuh, sehingga
menimbulkan tekanan psikologis dan fisik yang berkelanjutan pada pekerja sosial.
Penelitian ini berfokus pada gambaran stres yang dialami pekerja sosial
dalam menangani klien ODGJ di LIPOSOS Jember. Tujuan penelitian adalah
untuk memahami secara mendalam bentuk-bentuk stres yang muncuk, dan gejala
stres yang dialami dalam pelaksanaan tugas pendampingan dan pelayanan sosial
kepada klien ODGJ. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat
memberikan pemahaman komprehensif mengenai dinamika stres kerja pada
profesi pekerja sosial di lingkungan rehabilitasi sosial.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik
pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur. Subjek penelitian terdiri
dari empat orang pekerja sosial yang dipilih menggunakan teknik purposive
sampling dengan kriteria pekerja yang secara langsung menangani dan aktif
mendampingi klien ODGJ. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles
dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres pekerja sosial terbagi dalam
tiga bentuk utama. Pertama, eustress (stres positif) yang muncul ketika pekerja
sosial termotivasi oleh kemajuan klien dan merasa tertantang untuk berkembang
secara profesional. Kedua, distress (stres negatif) yang disebabkan oleh
menghadapi klien ekstrem dan agresif, risiko kekerasan fisik, ketidakseimbangan
jumlah tenaga kerja dengan klien, keterbatasan fasilitas, dan stigma sosial dari
keluarga klien. Ketiga, hyperstress (stres berlebihan) akibat beban kerja sangat
tinggi, jam kerja panjang dan tidak menentu hingga dini hari, serta kesiapsiagaan
24 jam yang menyebabkan kelelahan fisik dan mental luar biasa. Gejala stres yang
muncul meliputi gejala fisik (sakit kepala, ketegangan otot, kelelahan berlebihan,
gangguan tidur), gejala emosional (cemas, mudah marah, frustrasi, perasaan
campur aduk), dan gejala pada kinerja kerja (penurunan fokus, sulit konsentrasi,
merasa kewalahan)

Item Type: Article
Subjects: 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170106 Health, Clinical and Counselling Psychology
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Psikologi Islam
Depositing User: sis Azelia Rahmadani Putri
Date Deposited: 02 Jan 2026 02:11
Last Modified: 02 Jan 2026 02:11
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/51230

Actions (login required)

View Item View Item