PROSTITUSI DALAM PERSPEKTIF RASHID RIDHA (STUDI KITAB TAFSIR AL-MANAR)

Waskito, Ahmad Ahzamiy (2026) PROSTITUSI DALAM PERSPEKTIF RASHID RIDHA (STUDI KITAB TAFSIR AL-MANAR). Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Ahmad Siddiq Jember.

[img] Text
Ahmad Ahzamiy Waskito_212104010020.pdf

Download (1MB)

Abstract

Fenomena prostitusi modern merupakan persoalan sosial multidimensional yang dipengaruhi faktor ekonomi, gender, hukum, kesehatan. Di Indonesia, Data menunjukkan adanya 79 titik prostitusi di Jawa Barat (BPS, 2024) juga prostitusi semakin berkembang dalam bentuk daring melalui media sosial dan aplikasi percakapan, melibatkan jaringan mucikari lintas daerah, eksploitasi perempuan muda, bahkan anak di bawah umur, serta berkontribusi pada meningkatnya risiko kesehatan seksual seperti HIV/AIDS.
Penelitian ini bertujuan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) penafsiran Rashīd Riḍā terhadap ayat-ayat Al-Qur’an tentang prostitusi dalam Tafsir al-Manār, (2) analisis hermeneutika Gadamer terhadap penafsiran tersebut, dan (3) relevansi pandangan Rashīd Riḍā dengan fenomena prostitusi modern.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan penelitian bersifat deskriptif analisis. Data diperoleh dari Tafsir al-Manār dan buku karya Rashīd riḍā sebagai sumber primer, serta buku, jurnal, dan karya tafsir klasik maupun modern sebagai sumber sekunder. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, kemudian ditafsirkan kembali menggunakan kerangka hermeneutika Gadamer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rashīd Riḍā memandang prostitusi bukan sekadar zina, tetapi sebagai bentuk eksploitasi seksual yang merendahkan martabat perempuan. Melalui penafsiran QS. an-Nisā’ ayat 19, 24–25 serta QS. an-Nūr ayat 2 dan 33, ia menolak kekerasan, pemaksaan, perbudakan seksual, dan Hubungan seksual yang didasarkan pada imbalan atau keuntungan tertentu.. Prostitusi dipahami bertentangan dengan maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya penjagaan kehormatan, tujuan pernikahan (iḥṣān), nilai keadilan, dan prinsip mu‘āsyarah bi al-ma‘rūf. Kedua, melalui analisis hermeneutika Gadamer, Tafsir al-Manār terbukti merupakan hasil dialog dinamis antara teks Al-Qur’an, konteks sejarah penafsir, dan realitas sosial, sehingga menghasilkan penafsiran yang sesuai dengan konteks, bersifat kritis, serta dapat diterapkan secara nyata untuk mendorong perubahan. Ketiga, pandangan Rashīd Riḍā memiliki relevansi yang kuat dengan prostitusi modern karena menekankan solusi Qur’ani yang bersifat preventif, seperti penguatan tujuan pernikahan, perlindungan sosial bagi perempuan, penolakan relasi seksual transaksional, serta perlunya reformasi sosial dan moral untuk mencegah eksploitasi seksual.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220405 Religion and Society
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: man Ahmad Ahzamiy Waskito
Date Deposited: 02 Jan 2026 06:36
Last Modified: 02 Jan 2026 06:36
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/51449

Actions (login required)

View Item View Item