Nazilah, Kumala Rohmatun (2025) Tradisi sema'an al-Qur'an dalam kegiatan ruwatan (studi living Qur'an di Desa Samir Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung). Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
|
Text
Kumala Rohmatun Nazilah_212104010005.pdf Download (2MB) |
Abstract
Kata Kunci: Tradisi, Sema’an, Ruwatan
Penelitian ini mengkaji tradisi sema’an al-Qur’an yang dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan ruwatan di Desa Samir, Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. Latar belakang penelitian ini muncul dari keunikan pelaksanaannya yang biasanya identik dengan adat jawa seperti wayang kulit, namun di Desa Samir digantikan dengan tradisi keislaman yaitu sema’an al-Qur’an.
Fokus pada penelitian ini adalah: pertama, bagaimana tradisi sema’an al-Qur’an dalam kegiatan ruwatan di Desa Samir?, kedua, bagaimana makna tradisi sema’an al-Qur’an ditinjau melalui teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim?. Tujuan penelitian ini adalah: pertama, untuk mendeskripsikan secara mendalam pelaksanaan tradisi sema’an al-Qur’an dalam kegiatan ruwatan di Desa Samir, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Kedua, untuk menganalisis dan mengungkap makna tradisi sema’an al-Qur’an dalam kegiatan ruwatan ditinjau melalui teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersumber dari data lapangan (field research) dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan teori Karl Mannheim, yaitu makna objektif, makna ekspresif, dan makna documenter.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi sema’an al-Qur’an dalam kegiatan ruwatan di Desa Samir dilaksanakan secara rutin satu kali dalam setahun, tepatnya pada Bulan Dzulqo’dah. Prosesi kegiatan ini dilakukan dengan membaca dan menyimak al-Qur’an hingga khatam, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan prosesi ambengan sebagai ungkapan rasa syukur serta permohonan keselamatan. Tradisi ini menjadi bagian penting dalam praktik keagamaan sekaligus budaya masyarakat setempat. Berdasarkan teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim, tradisi sema’an al-Qur’an menawarkan beberapa makna. Pertama, makna objektif, makna ekspreif, dan makna documenter.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220405 Religion and Society |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ms Kumala Rohmatun Nazilah |
| Date Deposited: | 02 Jan 2026 07:20 |
| Last Modified: | 02 Jan 2026 07:20 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/51466 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
