Firmansyah, Noval (2025) Analisis Yuridis Noodweer Exces Dalam Tindak Pidana Penganiayaan Yang Menyebabkan Kematian Perspektif Hukum Positif Dan Hukum Pidana Islam (Studi Putusan Nomor 33/Pid.B/2024/PN Bir dan Putusan Kasasi Nomor 1118 K/Pid/2024). Undergraduate thesis, UIN KH Achmad Siddiq Jember.
|
Text
NOVAL FIRMANSYAH _214102040004.pdf Download (2MB) |
Abstract
Noval Firmansyah, 2025 : Analisis Yuridis Noodweer Exces Dalam Tindak Pidana Penganiayaan Yang Menyebabkan Kematian Perspektif Hukum Positif Dan Hukum Pidana Islam (Studi pada putusan Nomor 33/Pid.B/2024/PN Bir dan putusan kasasi
Nomor 1118 K/Pid/2024)
Kata Kunci: Noodweer Exces, Hukum Pidana, Alasan Pemaaf, Jinayah, Pembelaan Diri, Keadilan.
Tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan kematian sering menimbulkan persoalan dalam praktik karena penilaian unsur kesalahan tidak hanya bergantung pada akibat, tetapi juga pada keadaan faktual dan psikologis pelaku sehingga penerapannya di pengadilan menunjukkan ketidakkonsistenan. Hal ini terlihat dalam Putusan PN Bireuen Nomor 33/Pid.B/2024/PN Bir dan Putusan Kasasi MA Nomor 1118 K/Pid/2024, yang menunjukkan perbedaan mendasar dalam menafsirkan batas pembelaan diri. PN menilai tindakan pelaku sebagai respons spontan akibat tekanan psikis, sementara MA menilai tindakan tersebut telah melampaui batas pembelaan yang dibenarkan. Kesenjangan tersebut menunjukkan belum seragamnya penilaian hakim, sehingga penting dikaji untuk melihat implikasinya terhadap kepastian hukum dan keadilan substantif.
Tujuan penelitian dalam skripsi ini yaitu: 1) Menjelaskan pertimbangan hukum dalam Putusan PN Bireuen Nomor 33/Pid.B/2024/PN Bir terkait noodweer exces. 2) Menjelaskan pertimbangan hukum dalam Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor
1118 K/Pid/2024. 3) Menganalisis hukum positif terhadap disparitas putusan Nomor 33/Pid.B/2024/PN Bir dan putusan kasasi Nomor 1118 K/Pid/2024. 4) Mengkaji pandangan hukum pidana Islam terhadap penerapan noodweer exces dalam kasus
penganiayaan yang menyebabkan kematian dalam putusan.
Jenis penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan kasus (case approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Sumber data terdiri atas bahan hukum primer berupa putusan pengadilan, perundang-undangan, dan
yurisprudensi, serta bahan hukum sekunder berupa literatur hukum, karya ilmiah, dan jurnal yang relevan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Pengadilan Negeri Bireuen dalam putusan Nomor 33/Pid.B/2024/PN Bir menerapkan noodweer exces secara luas dengan menitikberatkan pada tekanan psikologis terdakwa saat menghadapi serangan seketika, sehingga unsur alasan pemaaf dianggap terpenuhi. 2) Mahkamah Agung pada putusan Nomor 1118 K/Pid/2024 menilai ancaman telah berakhir ketika senjata berhasil direbut sehingga tindakan terdakwa tidak lagi berada dalam ruang lingkup pembelaan diri. 3) Terdapat disparitas interpretasi terhadap Pasal 49 ayat 2 KUHP, terutama terkait batasan
ancaman dan kondisi psikis pelaku. Perbedaan menafsirkan konsep noodweer exces dimana PN menekankan aspek psikologis sementara MA pada aspek normatif dan proporsionalitas tindakan. 4) Dalam hukum pidana Islam, pelaku tidak memenuhi
seluruh unsur pembelaan diri menurut konsep daf‘ul al-sa’il karena tetap melakukan serangan setelah ancaman hilang, sehingga alasan pemaaf tidak dapat diterapkan dan tetap mendaatkan sanksi diyat mughalladzah dan ta’zir
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180110 Criminal Law and Procedure (incl. Islamic Criminal Law, Jinayat) 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180120 Legal Institutions (incl. Courts and Justice Systems) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Pidana Islam |
| Depositing User: | Mr. Noval Firmansyah |
| Date Deposited: | 05 Jan 2026 02:33 |
| Last Modified: | 05 Jan 2026 02:33 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/51554 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
