Maula, Ismatul (2025) Gaya Komunikasi Ustad Hanan Attaki dan Ustad Abdul Somad Dalam Menyampaikan Pesan Dakwah Melalui Media Youtoube. Undergraduate thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
|
Text
Ismatul Maula_ 211103010013.pdf Download (18MB) |
Abstract
Ismatul Maula, 2025 : Gaya Komunikasi Ustad Hanan Attaki dan Ustad Abdul Somad Dalam Menyampaikan Pesan Dakwah Melalui Media Youtoube
Kata Kunci: Gaya Komunikasi, Dakwah, Ustad Hanan Attaki, Ustad Abdul Somad, YouTube.
Berkembangnya media sosial sebagai sarana dakwah modern, khususnya YouTube yang memungkinkan pesan dakwah menjangkau audiens secara luas lintas usia, wilayah, dan latar belakang sosial. Ustad Hanan Attaki dan Ustad Abdul Somad merupakan dua figur pendakwah populer yang memanfaatkan platform ini secara aktif dengan gaya komunikasi yang berbeda namun sama-sama efektif. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan gaya komunikasi Ustad Hanan Attaki dalam menyampaikan pesan dakwah melalui YouTube; (2) menganalisis gaya komunikasi Ustad Abdul Somad dalam menyampaikan pesan dakwah melalui YouTube; serta (3) membandingkan perbedaan gaya komunikasi keduanya dalam konteks efektivitas penyampaian pesan dakwah digital.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi virtual dan dokumentasi terhadap enam video dari kanal Hanan Attaki dan Ustadz Abdul Somad Official. Analisis data menggunakan teori gaya komunikasi Robert W. Norton yang membagi gaya komunikasi ke dalam sepuluh kategori: dominant, dramatic, animated, open, argumentative, relaxed, attentive, impression-leaving, friendly, dan precise. Analisis dilakukan dengan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ustad Hanan Attaki menggunakan gaya komunikasi yang santai, persuasif, dan emosional, dengan bahasa gaul dan pendekatan storytelling yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Ia menonjol dalam gaya friendly, relaxed, animated, dan impression-leaving, sehingga mampu membangun kedekatan emosional dengan audiens. Sementara itu, Ustad Abdul Somad menggunakan gaya komunikasi yang tegas, argumentatif, dan edukatif, dengan penguasaan dalil, humor kontekstual, serta logika yang kuat. Ia menonjol pada gaya dominant, precise, dan argumentative, yang memperkuat citranya sebagai ulama intelektual dan otoritatif.
Perbedaan utama terletak pada segmen audiens dan pendekatan komunikasi: Hanan Attaki menyesuaikan gaya dakwahnya untuk menarik generasi muda dengan bahasa kekinian, sedangkan Abdul Somad lebih menekankan aspek keilmuan untuk audiens umum. Keduanya menunjukkan bahwa gaya komunikasi yang sesuai dengan karakter audiens berperan penting dalam efektivitas dakwah digital. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan strategi komunikasi dakwah yang kreatif dan kontekstual di era media baru.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1799 Other Psychology and Cognitive Sciences > 179999 Psychology and Cognitive Sciences not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Ismatul Maula |
| Date Deposited: | 06 Jan 2026 01:51 |
| Last Modified: | 06 Jan 2026 01:51 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/51612 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
