Rofiqoh Awalia, Farah (2025) PENYELESAIAN WANPRESTASI AKIBAT PEMBATALAN KONSER GENERASI HAPPY SURABAYA PERSPEKTIF KUHPERDATA DAN KHES (STUDI KASUS PADA EVENT ORGANIZER PT INDOSAT OOREDO HUTCHISON TBK). Undergraduate thesis, UIN KHAS JEMBER.
|
Text
SKRIPSI FARAH FINAL WM.pdf Download (6MB) |
Abstract
ABSTRAK
Farah Rofiqoh Awalia,2025:Penyelesaian wanprestasi akibat pembatalan konser generasi happy Surabaya dari perspektif KUHPerdata dan KHES (studi kasus pada event organizer PT Indosat Ooredo Hutchison Tbk).
Kata kunci: Penyelesaian Wanprestasi, Pembatalan konser, KUHPerdata, KHES
Secara normatif, hubungan hukum antara penyelenggara konser dan konsumen yang terjalin melalui perjanjian jual beli tiket melahirkan hak dan kewajiban yang mengikat para pihak. KUHPerdata dan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) menegaskan bahwa setiap perjanjian wajib dilaksanakan dengan itikad baik, menjunjung asas keadilan, serta memberikan kepastian hukum dan perlindungan terhadap pihak yang dirugikan. Pembatalan sepihak hanya dapat dibenarkan apabila memenuhi unsur force majeure yang sah dan tidak meniadakan kewajiban pertanggungjawaban. Namun dalam realitasnya, pembatalan konser Generasi Happy Surabaya tahun 2022 yang diselenggarakan oleh PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk dilakukan secara mendadak tanpa kejelasan klausula pembatalan serta tanpa mekanisme penggantian kerugian yang proporsional bagi konsumen. Kondisi tersebut menimbulkan ketimpangan antara norma hukum yang seharusnya berlaku dengan praktik penyelenggaraan konser yang terjadi di lapangan, sehingga berpotensi merugikan konsumen sebagai pihak yang lemah secara posisi tawar.
Fokus Penelitian pada skripsi ini meliputi: 1) Bagaimana Problematika Perjanjian jual beli tiket konser generasi happy dengan pembatalan 2022 perspektif KUHperdata dan KHES? 2) Bagaimana bentuk pertanggung jawaban dalam pembatalan konser Generasi happy di Surabaya tahun 2022 perspektif KUHperdata dan KHES?
Penelitian ini bertujuan; 1) Menganalisis problematika perjanjian jual beli tiket konser, 2) Mengkaji bentuk pertanggungjawaban penyelenggara atas pembatalan konser. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Jenis Penelitian ini ialah adalah empiris dengan teknik pengumpulan data berupa, wawancara dan dokumentasi Selain itu Teknik analisis yang di gunakan yaitu dengan cara reduksi data, Penyajian data, dan penarikan Kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Secara normatif pembatalan konser secara sepihak tidak memenuhi kriteria force majeure sebagaimana diatur dalam KUHPerdata, karena alasan keamanan dan perizinan seharusnya dapat diprediksi dan diantisipasi sebelum tiket dipasarkan. Dalam realitas praktiknya, bentuk kompensasi yang diberikan penyelenggara belum mencerminkan prinsip keadilan dan perlindungan konsumen. Oleh karena itu, dalam perspektif KUHPerdata penyelenggara dapat dikualifikasikan melakukan wanprestasi sebagaimana Pasal 1243 KUHPerdata. 2) Dalam perspektif KHES, pembatalan sepihak tanpa pemenuhan hak konsumen bertentangan dengan asas keadilan (‘adl), tanggung jawab (mas’uliyyah), dan larangan menimbulkan kerugian (la dharar wa la dhirar).
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180126 Tort Law 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1802 Maori Law > 180299 Maori Law not elsewhere classified 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Islam |
| Depositing User: | ms Farah Rofiqoh |
| Date Deposited: | 13 Jan 2026 01:14 |
| Last Modified: | 13 Jan 2026 01:14 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/52118 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
