Al-Kadafi, Mu'ammar (2025) SEJARAH MAJELIS TAKLIM ANTAR MUSHOLA (MATHLA’) DI DESA AMPEL KECAMATAN WULUHAN TAHUN 2015 SAMPAI 2022. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER.
|
Text
Muammar Al Kadafi-204104040007.pdf Download (3MB) |
Abstract
Majelis Taklim Antar Mushola (Mathla’) di Desa Ampel, Kecamatan
Wuluhan, Kabupaten Jember, memiliki pengaruh besar terhadap perubahan sosial
ekonomi masyarakat sejak didirikan pada 17 Juli 2015. Lahir dari semangat untuk
memperdalam pemahaman fiqh agar praktik ubudiyah masyarakat tetap sesuai
dengan syariat Islam, majelis ini mengadakan kegiatan pengajian kitab Sulamun
Taufiq dan dialog keagamaan setiap dua minggu sekali secara bergiliran di
musholla dan masjid setempat. Sebagai wadah pendidikan dan dakwah Islam,
majelis taklim berfungsi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan
pengamalan ajaran Islam melalui pendekatan yang santai dan adaptif terhadap
dinamika masyarakat, terutama dalam menjangkau lapisan sosial yang sulit
tersentuh pendidikan formal.
Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat ditarik benang merah bahwa
perumusan masalah tentang bagaiamana sejarah majelis taklim ini terbenetuk?
Bagaimana perkembangan sosial keagamaan masyarakat desa Ampel semenjak
adanya lembaga pendidikan Mejelis taklim ini? Bagaimana strategi sistem
pendidikan majelis ini, sehingga membawa dampak positif bagi masyarakat dan
kaum remaja khususnya?
Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan menekankan pada
penulisan narasi dengan menggunakan metode sejarah yang berisi heuristik, kritik
sumber, interpretasi dan historiografi atau penulisan sejarah..
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis terhadap data sejarah yang telah
dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Majelis Taklim Antar Mushola
(Mathla’) di Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember berdiri sekitar
tahun 2015 atas prakarsa beberapa tokoh agama seperti Kiai Maliki, Gus
Muhaidori, dan tokoh masyarakat lainnya. Berdirinya majelis ini dilatarbelakangi
oleh keinginan untuk memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat yang pada
masa itu masih dipengaruhi oleh tradisi dan kepercayaan lokal yang kurang sesuai
dengan ajaran Islam. Dalam perkembangannya, Majelis Taklim Antar Mushola
menjadi wadah pembinaan keagamaan yang efektif bagi masyarakat desa Ampel.
Pada periode 2015–2018, kegiatan majelis masih bersifat konvensional dengan
fokus pada pengajian kitab kuning. Namun sejak 2019–2022, kegiatan mengalami
perkembangan dengan penambahan unsur seni hadrah dan sholawatan pada
momentum keagamaan seperti Maulid Nabi dan acara hajatan masyarakat.
Perubahan ini menunjukkan bentuk adaptasi majelis terhadap kebutuhan spiritual
dan sosial masyarakat. Selain menjadi media dakwah, majelis ini juga berperan
penting dalam memperkuat solidaritas sosial, pembinaan moral, serta
pemberdayaan masyarakat. Sistem pembelajaran yang digunakan, seperti
pembacaan kitab Sulam Taufiq, tanya jawab interaktif, dan penyelesaian masalah
keagamaan sehari-hari, menjadikan majelis ini sebagai lembaga keagamaan
nonformal yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai
nilai tradisional keislaman.
Kata kunci: Sejarah, Majelis Ta`lim Antar Mushola, Metode pendidikan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam |
| Depositing User: | Muammar Mu'ammar Al Kadafi |
| Date Deposited: | 19 Jan 2026 06:32 |
| Last Modified: | 19 Jan 2026 06:32 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/52254 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
