Fauzi, AZQ. Haqiqi Rizqi (2025) Reformulasi Budaya Sekolah dalam Membangun Karakter Religius di SMAN 1 Asembagus Situbondo. Doctoral thesis, UIN KHAS KH Achmad Siddiq Jember.
|
Text
Azq Haqiqi Rizqi Fauzi_233307020011.pdf Download (7MB) |
Abstract
AZQ. Haqiqi Rizqi Fauzi, 2025. Reformulasi Budaya Sekolah dalam Membangun Karakter Religius di SMAN 1 Asembagus Situbondo. Disertasi Program Doktor Pendidikan Agama Islam, Pascasarjana Universitas Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Promotor: Prof. Dr. H. Mashudi, M. Pd. Co-Promotor: Dr. Kun Wazis, S. Sos., M.I.Kom.
Kata Kunci: Reformulasi Budaya Sekolah, Karakter Religius.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena dekadensi moral yang melanda bangsa, ditandai dengan meningkatnya aksi kekerasan, hilangnya etika kemanusiaan, serta menurunnya rasa hormat terhadap guru dan orang tua. SMAN 1 Asembagus Situbondo merespons tantangan serius ini dengan menjadikan penanaman nilai karakter religius sebagai fondasi utama reformulasi budaya sekolah. Sekolah ini merumuskan visi untuk menjadi sekolah unggul yang beriman dan berakhlakul karimah (MANDALAKASI). Reformulasi budaya sekolah ini tidak hanya mendorong terciptanya lingkungan belajar yang religius, melainkan juga memperkuat sistem pendidikan karakter yang berkesinambungan dan relevan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai karakter religius dapat diinternalisasikan dalam dunia pendidikan guna membangun karakter peserta didik. Adapun pertanyaan penelitian yang diajukan adalah (1) Bagaimana bentuk reformulasi budaya sekolah dilakukan untuk membangun karakter religius di SMAN 1 Asembagus Situbondo? dan (2) Strategi apa saja yang digunakan oleh SMAN 1 Asembagus Situbondo dalam mereformulasi budaya sekolah guna mendukung pembentukan karakter religius?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus (case study), yang berlokasi di SMAN 1 Asembagus Situbondo. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Kerangka analisis didukung oleh teori-teori Albert Bandura (Triadic Reciprocal Determinism), Thomas Lickona (Tiga Komponen Karakter), Koentjaraningrat (Tiga Pilar Budaya), serta dimensi karakter religius Glock dan Stark.
Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa reformulasi budaya sekolah dilakukan melalui tiga ranah utama yaitu Intrakurikuler (integrasi PAI holistik, termasuk pembiasaan ritual serentak seperti pembacaan Aqoid Saeket), Ekstrakurikuler (diubah menjadi medan praktik Moral Action melalui program Sedekah Jum’at dan pengelolaan kurban), dan Hidden Curriculum (penguatan keteladanan guru dan norma interaksi tak tertulis). Strategi yang digunakan dalam reformulasi ini terdiri dari enam pilar utama yang sinergis yaitu Moral Knowing, Moral Feeling, Moral Actioning, Moral Modelling (Keteladanan), Strategi Tradisional (Nasihat humanis), dan Strategi Punishment (Sanksi mendidik spiritual). Tiga strategi terakhir merupakan temuan baru (novelty) penelitian yang sangat mendukung penanaman karakter religius.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies |
| Divisions: | Program Doktoral > Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Dr. AZQ Haqiqi Rizqi Fauzi |
| Date Deposited: | 23 Jan 2026 01:05 |
| Last Modified: | 23 Jan 2026 01:05 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/52269 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
