KIAI MADURA DAN PEMBAGIAN WARIS BERKEADILAN (Studi Kewarisan di Kabupaten Pamekasan)

AJHURY AL HASANI, Aisyah (2026) KIAI MADURA DAN PEMBAGIAN WARIS BERKEADILAN (Studi Kewarisan di Kabupaten Pamekasan). Doctoral thesis, UIN KHAS Jember.

[img] Text
Disertasi Final - Aisyah water.pdf
Restricted to Repository staff only until 24 March 2031.

Download (7MB)

Abstract

Pembagian warisan dalam Islam secara normatif telah diatur dalam hukum
faraid yang bersifat rigid dan mengikat. Namun, dalam praktiknya, masyarakat
pamekasan Madura tidak selalu mengikuti aturan faraid secara kaku, melainkan
menyesuaikannya dengan kearifan lokal dan pertimbangan sosial-ekonomi. Kiai
sebagai mediator yang menjembatani antara hukum Islam dan hukum adat,
memastikan bahwa prinsip keadilan tetap terjaga melalui musyawarah keluarga.
Fenomena ini mencerminkan gab antara aturan hukum Islam yang dinilai qhat’i
dan praktik kewarisan yang berlangsung dalam masyarakat.
Fokus penelitian ini adalah 1) Bagaimana Prinsip Keadilan yang
Diterapkan oleh Kiai Madura Berinteraksi dengan Hukum Waris Islam? 2)
Bagaimana Tradisi Lokal Madura Memengaruhi Interpretasi Keadilan Kiai dalam
distribusi Waris? 3) Bagaimana faktor sosial dan ekonomi memengaruhi
keputusan kiai madura dalam pembagian waris, serta kontribusinya terhadap
implementasi keadilan di masyarakat madura?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis yuridis
sosiologis. Subjek penelitian ditentukan dengan teknik purposif. Teknik
pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan kajian dokumen. Analisis
data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan
Saldana, yang meliputi tahapan kondensasi data, penyajian data, serta verifikasi
dan penarikan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data, digunakan
triangulasi sumber, triangulasi teknik, serta Focus Group Discussion (FGD).
Penelitian ini memiliki kesimpulan 1) Prinsip keadilan yang diterapkan
oleh kiai Madura mencakup keadilan faraid-kontekstual, keadilan adat (‘urfiyah),
dan keadilan sosial-relasional, yang bekerja secara sirkular-dialogis melalui
negosiasi antara norma syar’i, adat lokal, dan pertimbangan sosial-ekonomi,
sehingga membentuk kerangka keadilan yang sejalan dengan original position,
difference principle, dan justice as fairness. 2) Interpretasi keadilan kiai Madura
dalam distribusi waris dipengaruhi oleh empat tradisi lokal, yakni tradisi
kesepakatan bersama, rampak naong bringin korong, pudarnya tradisi mikol
yo’on, dan tradisi mengundurkan diri. Keempatnya bekerja secara simultan dalam
membentuk cara pandang kiai. Pola kerja ini merefleksikan kerangka teoritis veil
of ignorance, original position, difference principle, dan justice as fairness.3)
Praktik pembagian waris oleh kiai Madura dipengaruhi oleh interaksi simultan
faktor sosial dan ekonomi. Faktor sosial mencakup nilai kekeluargaan dan
harmoni sosial, kharisma serta otoritas moral kiai, peran adat istiadat lokal, dan
pertimbangan gender. Faktor ekonomi meliputi kondisi ekonomi ahli waris,
struktur ekonomi keluarga, hibah semasa hidup, serta kapabilitas dan kebutuhan
pihak penerima.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY > 1607 Social Work > 160701 Clinical Social Work Practice
Depositing User: Bpk Suyitno M. Sos
Date Deposited: 30 Mar 2026 08:52
Last Modified: 30 Mar 2026 08:52
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/52452

Actions (login required)

View Item View Item