ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES TERHADAP REPRESENTASI PESAN DAKWAH PADA FILM IPAR ADALAH MAUT

sundara, m yayan (2026) ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES TERHADAP REPRESENTASI PESAN DAKWAH PADA FILM IPAR ADALAH MAUT. Undergraduate thesis, UIN KH Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
Revisi Alhamdulillah .pdf

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK
Yayan Sundara, 2026: Analisis Semiotika Roland Barthes terhadap Representasi
Pesan Dakwah pada Film Ipar Adalah Maut
Kata kunci: Semiotika, Roland Barthes, Film, Ipar Adalah Maut
Penelitian ini berjudul Analisis Semiotika Roland Barthes pada Film Ipar
Adalah Maut. Film sebagai salah satu media populer memiliki peran penting dalam
membentuk persepsi masyarakat tentang nilai-nilai sosial, moral, dan religius.
Fenomena perselingakuhan dalam rumah tangga merupakan salah satu isu yang sering
diangakat dalam film, termasuk film Ipar Adalah Maut. Film ini dipilih sebagai objek
penelitian karena menghadirkan kisah perselingakuhan yang tabu, konflik rumah
tangga yang kompleks, serta pesan moral dan religius yang dapat dianalisis melalui
pendekatan semiotika. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:
1). Bagaimana makna denotasi, konotasi dan mitos pada film Ipar Adalah Maut? 2).
Apa saja pesan dakwah yang disajikan dalam film Ipar Adalah Maut ?
Adapun Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
metode analisis semiotika Roland Barthes. Analisis dilakukan dengan menelaah tandatanda yang muncul dalam adegan-adegan penting film melalui tiga tingakatan makna:
denotasi, konotasi, dan mitos. Data penelitian diperoleh melalui dokumentasi adegan
film, pengamatan visual, serta interpretasi tanda-tanda yang muncul berdasarkan teori
Barthes. Analisis ini bertujuan untuk mengungakap pesan moral dan dakwah yang
tersirat di balik alur cerita dan visual film.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level denotasi, film
menggambarkan perselingakuhan antara seorang perempuan dengan iparnya yang
menyebabkan keretakan rumah tangga dan penderitaan anggota keluarga. Adeganadegan seperti tatapan mata, pesan singakat di ponsel, pertengakaran, dan perpisahan
menggambarkan realitas konflik rumah tangga secara jelas. Pada level konotasi,
adegan-adegan tersebut merepresentasikan simbol lemahnya iman, rapuhnya ikatan
pernikahan, dan dampak buruk dari tunduk pada hawa nafsu. Sementara pada level
mitos, film menegaskan pandangan sosial dan ajaran Islam bahwa ipar merupakan
“maut” yang harus dijaga jaraknya, karena jika dilanggar akan menimbulkan
kehancuran moral, sosial, dan spiritual. Dari analisis tersebut, film Ipar Adalah Maut
mengandung pesan dakwah yang sangat relevan. Pesan tersebut menekankan larangan
mendekati zina, pentingnya menjaga kesucian dan kesetiaan dalam rumah tangga,
serta kewajiban memelihara kehormatan keluarga sesuai ajaran Islam. Film ini
menunjukkan bahwa media perfilman dapat menjadi sarana dakwah kultural yang
efektif, tidak hanya menyampaikan hiburan, tetapi juga memberikan pembelajaran
moral, sosial, dan religius kepada masyarakat
Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa film Ipar Adalah Maut mampu
berfungsi sebagai alat refleksi moral dan media dakwah, mengingatkan masyarakat
akan pentingnya menjaga iman, kesetiaan, dan keharmonisan rumah tangga, serta
menghindari perilaku yang membawa kehancuran baik secara individu maupun sosial.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2001 Communication and Media Studies > 200101 Communication Studies
20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2001 Communication and Media Studies > 200104 Media Studies
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Yayan Muhammad
Date Deposited: 24 Apr 2026 02:47
Last Modified: 24 Apr 2026 02:47
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/52919

Actions (login required)

View Item View Item