Jihad Sebagai Counter-Hegemony (Analisis Pemikiran Sayyid Qutb Perspektif Antonio Gramsci)

Asiati, Lisa (2026) Jihad Sebagai Counter-Hegemony (Analisis Pemikiran Sayyid Qutb Perspektif Antonio Gramsci). Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
_LISA ASIATI_221104010016.pdf

Download (2MB)

Abstract

Kata Kunci: Jihad, Counter-Hegemony, Sayyid Qutb, Antonio Gramsci
Konsep jihad dalam pemikiran Sayyid Qutb merupakan salah satu kajian penting dalam studi Islam kontemporer, terutama terkait pergeseran makna dari dimensi klasik yang bersifat teologis-spiritual menuju pemaknaan yang lebih luas dalam ranah sosial-politik. Pergeseran ini tidak dapat dilepaskan dari konteks Mesir abad ke-20 yang ditandai oleh dominasi kolonial Inggris, proses westernisasi, ketimpangan sosial, serta transisi menuju negara pascakolonial di bawah rezim Gamal Abdel Nasser yang bersifat represif terhadap kelompok Islamis. Kondisi tersebut membentuk cara pandang Sayyid Qutb dalam menafsirkan Al-Qur’an, yang kemudian digunakan untuk membaca realitas sosial sebagai jāhiliyyah modern. Dalam hal ini, jihad tidak hanya dipahami sebagai konsep normatif, tetapi juga sebagai respons terhadap struktur kekuasaan modern. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan teori hegemoni Antonio Gramsci untuk membaca jihad dalam penafsiran Sayyid Qutb sebagai bentuk counter-hegemony terhadap dominasi ideologi sekuler.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) bagaimana konteks sosial-politik yang melatarbelakangi pemikiran jihad Sayyid Qutb (1906–1966), 2) bagaimana penafsiran jihad dalam pemikiran Sayyid Qutb, dan 3) Apa implikasinya bagi wacana Islam politik kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan sejarah intelektual. Data utama berasal dari Fi Ẓilāl al-Qur’ān dan karya Sayyid Qutb lainnya yang membahas jihad, sedangkan data pendukung berasal dari literatur yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan kerangka teori hegemoni Antonio Gramsci.
Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan. Pertama, pemikiran jihad Qutb lahir dari krisis sosial-politik Mesir (1906–1966) akibat kolonialisme, westernisasi, ketimpangan sosial, dan represi politik rezim Nasser, yang membentuk kategorisasi jāhiliyyah, hakimiyah, jihad dan tali’ah. Kedua, jihad dalam pemikiran Sayyid Qutb tidak terbatas pada perang fisik (qitāl), tetapi merupakan perjuangan ideologis untuk membebaskan manusia dari jāhiliyyah menuju hakimiyyah Allah. Dalam perspektif Gramsci, hal ini dapat dibaca sebagai counter-hegemony terhadap dominasi sekuler, Ketiga, pemikiran jihad Sayyid Qutb berimplikasi pada wacana Islam politik kontemporer, baik sebagai kritik terhadap struktur kekuasaan modern maupun sebagai sumber interpretasi yang beragam, termasuk penggunaan oleh sebagian kelompok untuk legitimasi gerakan radikal.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Ms Lisa Asiati
Date Deposited: 25 May 2026 04:18
Last Modified: 25 May 2026 04:18
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/53592

Actions (login required)

View Item View Item