Wiyanti, Yesy (2026) ANALISIS PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PELAYANAN NASABAH PERBANKAN SYARIAH DITINJAU DARI HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM (STUDI KASUS BSI KCP KENCONG JEMBER). Undergraduate thesis, UIN KHAS JEMBER.
|
Text
Skripsi Yesy Wiyanti_2240102020010.pdf Download (3MB) |
Abstract
Yesy Wiyanti, 2026: Analisis Penggunaan Artificial Intelligence dalam Pelayanan Nasabah Perbankan Syariah Ditinjau dari Hukum Positif dan Hukum Islam (Studi Kasus BSI KCP Kencong Jember)
Kata kunci: Artificial Intelligence, pelayanan nasabah, perbankan syariah, hukum positif, hukum Islam
Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah memengaruhi berbagai sektor, termasuk perbankan syariah. Di Indonesia, penerapan AI dalam layanan perbankan syariah masih terbatas dan belum memiliki regulasi khusus, sehingga menimbulkan kebutuhan untuk menelaah kesesuaiannya dengan hukum positif dan prinsip hukum Islam.
Fokus dalam penelitian ini meliputi tiga hal utama, yaitu: (1) bagaimana penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam pelayanan nasabah di Bank Syariah Indonesia KCP Kencong Jember; (2) bagaimana penggunaan AI tersebut ditinjau berdasarkan hukum positif di Indonesia; serta (3) bagaimana kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip hukum Islam dalam pelayanan nasabah.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mengidentifikasi dan memahami penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam pelayanan nasabah di BSI KCP Kencong Jember; (2) menganalisis kesesuaian penggunaan AI dengan ketentuan hukum positif yang berlaku di Indonesia; dan (3) mengevaluasi kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip hukum Islam.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian hukum empiris (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penggunaan Artificial Intelligence (AI) di BSI KCP Kencong Jember masih bersifat terbatas dan berfungsi sebagai sistem pendukung (support system), yang diterapkan melalui chatbot Aisyah pada aplikasi BYOND by BSI dan sistem e-KYC berbasis pengenalan wajah, sementara pengambilan keputusan akhir tetap berada pada pihak bank dan karyawan; (2) penggunaan AI tersebut telah sesuai dengan ketentuan hukum positif di Indonesia, yaitu Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi, POJK Nomor 12/POJK.03/2018 tentang Penyelenggaraan Layanan Perbankan Digital oleh Bank Umum, serta sejalan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, keamanan data, dan human oversight dalam Tata Kelola Kecerdasan Artifisial Perbankan Indonesia yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan Tahun 2025; dan (3) penggunaan AI dalam pelayanan nasabah tidak bertentangan dengan prinsip hukum Islam dan sesuai dengan Fatwa DSN-MUI Nomor 117/DSN-MUI/II/2018 karena AI hanya berfungsi sebagai sarana pendukung (wasilah), tetap berada dalam pengawasan manusia, serta tidak mengandung unsur riba, gharar, maysir, tadlis, maupun dharar.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180107 Conflict of Laws (Private International Law) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Islam |
| Depositing User: | Ms Yesy Wiyanti |
| Date Deposited: | 04 Jun 2026 03:30 |
| Last Modified: | 04 Jun 2026 03:30 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/54018 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
