STRUKTUR NARATIF KISAH IBU NABI MUSA DALAM SURAH AL-QAṢAṢ AYAT 7-13: PERSPEKTIF TZVETAN TODOROV

KHAMDANI, FIQIH (2026) STRUKTUR NARATIF KISAH IBU NABI MUSA DALAM SURAH AL-QAṢAṢ AYAT 7-13: PERSPEKTIF TZVETAN TODOROV. Undergraduate thesis, UIN KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER.

[img] Text
Ahmad Fiqih Khamdani_222104010038.pdf

Download (4MB)

Abstract

Ahmad Fiqih Khamdani, 2026: Struktur Naratif Kisah Ibu Nabi Musa Dalam surah Al-Qaṣaṣ Ayat 7-13: Perspektif Tzvetan Todorov

Kata Kunci : Struktur Naratif, Ibu Nabi Musa, Tzvetan Todorov

Al-Qur’an menjadikan kisah sebagai salah satu sarana utama penyampaian pesan keagamaan. Namun, kajian terhadap kisah-kisah Al-Qur’an selama ini lebih banyak berfokus pada aspek tematik, teologis, dan moral, sementara aspek struktur penceritaan belum banyak mendapat perhatian. Salah satu kisah yang menarik untuk dikaji adalah kisah ibu Nabi Musa dalam surah Al-Qaṣaṣ ayat 7–13. Fragmen kisah ini menampilkan rangkaian peristiwa yang utuh, mulai dari ancaman terhadap keselamatan Musa, kegelisahan ibunya, hingga terpenuhinya janji Allah melalui kembalinya Musa kepada sang ibu. Oleh karena itu, penelitian ingin mengungkap struktur naratif kisah ibu Nabi Musa dalam surah Al-Qaṣaṣ ayat 7–13 berdasarkan perspektif Tzvetan Todorov serta menjelaskan pesan moral yang terkandung dalam setiap tahapan naratifnya dalam konteks kehidupan masa kini.
Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana struktur naratif kisah ibu Nabi Musa dalam surah Al-Qaṣaṣ ayat 7-13 perspektif naratologi struktural Tzvetan Todorov? 2) Apa pesan moral yang terkandung dalam setiap tahapan struktur naratif kisah ibu Nabi Musa perspektif Tzvetan Todorov dalam konteks masa kini.
Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis, bersumber pada Tafsir al-Misbah karya Muhammad Quraish Shihab dan Tafsir al-Munir karya Wahbah al-Zuḥaylī sebagai data primer. Teori Todorov yang dikembangkan lebih lanjut oleh Nick Lacey dan Jason Gillespie digunakan sebagai instrumen analisis utama untuk mengurai struktur cerita secara sistematis.
Penelitian ini telah sampai pada kesimpulan bahwa: 1) kisah ibu Nabi Musa memiliki struktur naratif yang utuh dan runtut, mencakup lima tahapan: equilibrium (ketenangan batin yang bersumber dari ilham ilahi kepada ibu Musa), disruption (gangguan berupa perintah menghanyutkan Musa dan dipungutnya bayi tersebut oleh keluarga Fir'aun), recognition (gejolak batin ibu Musa dan intervensi istri Fir'aun yang mencegah pembunuhan), attempt to repair the disruption (strategi cerdik saudari Musa yang membuka jalan pertemuan kembali ibu dan anak), dan new equilibrium (kembalinya Musa ke pangkuan ibunya sebagai pembuktian nyata atas janji Allah). Setiap tahapan memperlihatkan keterkaitan sebab-akibat yang erat, sekaligus menggambarkan perpaduan antara kehendak ilahi dan peran aktif tokoh-tokoh manusia dalam narasi. 2) Setiap tahapan memuat pesan moral yang relevan dengan tantangan kehidupan kontemporer: ketenangan sejati dari keyakinan kepada Allah (inner security), keberanian bertawakal di tengah ketidakpastian (uncertainty anxiety), pentingnya regulasi emosi dalam situasi terdesak, peran perempuan sebagai agen perubahan, serta keyakinan bahwa janji Allah pasti terwujud sebagai fondasi harapan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: fiqih ahmad khamdani
Date Deposited: 04 Jun 2026 07:59
Last Modified: 04 Jun 2026 07:59
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/54064

Actions (login required)

View Item View Item