ANALISIS KOMPARATIF TAUKIL TALAK PERSPEKTIF WAHBAH ZUHAILI DAN SAYYID SABIQ

'Aini, Siti Nur (2026) ANALISIS KOMPARATIF TAUKIL TALAK PERSPEKTIF WAHBAH ZUHAILI DAN SAYYID SABIQ. Undergraduate thesis, UIN KHAS JEMBER.

[img] Text
Siti Nur ‘Aini _224102010026.pdf

Download (2MB)

Abstract

Siti Nur Aini, 2026: Analisis Komparatif Taukil Talak Perspektif Wahbah Zuhaili Dan Sayyid Sabiq.
Kata kunci: taukil talak, wakalah, Wahbah Zuhaili, Sayyid Sabiq, hukum keluarga Islam
Talak merupakan salah satu mekanisme perceraian dalam Islam yang pada dasarnya menjadi hak suami, namun dalam kondisi tertentu pelaksanaannya dapat diwakilkan kepada pihak lain melalui konsep taukil talak. Meskipun konsep ini telah lama dibahas dalam literatur fikih dan umumnya diperbolehkan oleh para ulama, praktiknya di Indonesia masih menimbulkan perbedaan pandangan, khususnya terkait pelaksanaan ikrar talak melalui kuasa hukum dan penggunaan surat kuasa istimewa di Pengadilan Agama.
Penelitian ini memiliki dua fokus penelitian yakni : 1) Bagaimana konsep tentang Taukil Talak Perspektif Wahbah Zuhaili dan Sayyid Sabiq? 2) Bagaimana Perbandingan Konsep Tentang Taukil Talak Antara Wahbah Zuhaili dan Sayyid Sabiq?
Penelitian ini memiliki dua tujuan penelitian yakni : 1) Mengetahui konsep tentang Taukil Talak perspektif Wahbah Zuhaili dan Sayyid Sabiq 2) Mengetahui Perbandingan Konsep tentang Taukil Talak antara Wahbah Zuhaili dan Sayyid Sabiq.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan komparatif. Sumber bahan hukum utama berasal dari kitab Fiqh al-Islam wa Adillatuhu karya Wahbah Zuhaili dan Fiqh al-Sunnah karya Sayyid Sabiq, serta didukung oleh peraturan perundang-undangan dan literatur hukum Islam lainnya. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif-komparatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Menurut Wahbah Zuhaili dan Sayyid Sabiq, taukil talak merupakan pelimpahan kuasa dari suami kepada orang lain, untuk menjatuhkan talak atas nama suami tanpa memindahkan hak talak itu sendiri. Hak talak tetap berada pada suami sehingga suami masih memiliki kewenangan untuk menjatuhkan talak secara langsung maupun mencabut kuasa sebelum talak dilaksanakan oleh wakil. 2) Perbedaan pemikiran keduanya terletak pada metode pendekatan hukum yang digunakan dalam memahami taukil talak. Wahbah Zuhaili menggunakan pendekatan fiqh muqaran dengan membandingkan pendapat empat mazhab sehingga pembahasannya lebih sistematis, normatif, dan menekankan batasan-batasan hukum dalam pelaksanaan taukil talak. Sementara itu, Sayyid Sabiq menggunakan pendekatan fikih praktis yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah dengan pembahasan yang lebih sederhana dan fleksibel sehingga lebih menekankan kemudahan penerapan hukum dalam masyarakat.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Ms SITI NUR 'AINI
Date Deposited: 08 Jun 2026 04:20
Last Modified: 08 Jun 2026 04:20
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/54300

Actions (login required)

View Item View Item