Asyifiah, Rahmatika (2026) KONSTRUKSI MAKNA QS FUSSILAT AYAT 30 SEBAGAI DASAR SPIRITUAL TAREKAT NAQSYABANDIYAH DAN QODIRIYAH DI PONDOK PESANTREN NURUL HIKAM SITUBONDO. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI ACHMAD SIDDIQ JEMBER.
|
Text
ASYIFIAH RAHMATIKA_222104010081 3.pdf Download (3MB) |
Abstract
Asyifiah Rahmatika, 2026: Konstruksi Makna Qs Fussilat Ayat 30 Sebagai Dasar Spiritual
Tarekat Naqsyabandiyah Dan Qodiriyah Di Pondok Pesantren Nurul Hikam Situbondo
Kata Kunci: Konstruksi Makna, QS Fussilat Ayat 30, Istiqamah, Tarekat Naqsyabandiyah,
Tarekat Qodiriyah, Pesantren.
Penelitian ini mengkaji konstruksi makna QS Fussilat ayat 30 sebagai dasar spiritual Tarekat
Naqsyabandiyah dan Qodiriyah di Pondok Pesantren Nurul Hikam Situbondo. QS Fussilat ayat
30 yang menekankan nilai tauhid dan istiqamah tidak hanya dipahami sebagai teks normatif,
tetapi dikonstruksi secara sosial menjadi fondasi spiritual dalam praktik tarekat yang
terlembaga di pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana makna ayat
tersebut dibentuk, dilembagakan, dan diinternalisasi dalam kehidupan spiritual komunitas
tarekat.
Fokus Penelitian dalam skripsi ini adalah 1. Bagaimana para kiai, mursyid dan jamaah Tarekat
Naqsyabandiyah serta Qodariyah membentuk dan merumuskan pemaknaan QS Fussilat ayat 30
sebagai dasar spritual di Pondok Pesantren Nurul Hikam Situbondo? 2. Bagaimana pemaknaan
terhadap QS Fussilat ayat 30 tersebut dilembagakan menjadi ajaran, amalan dan tradisi ritual
dalam lingkungan tarekat di Pondok Pesantren Nurul Hikam Situbondo? 3. Bagaimana para
santri dan jamaah menghayati, menginternalisasi dan mempraktikkan makna QS Fussilat ayat
30 dalam kehidupan spritual mereka sehari-hari?
Tujuan Penelitian dalam Skripsi ini adalah 1. Mendeskripsikan dan memahami bagaimana para
kiai, mursyid, dan jamaah Tarekat Naqsyabandiyah serta Qodiriyah memaknai dan
merumuskan QS Fullsilat ayat 30 sebagai dasar spritual di Pondok Pesantren Nurul Hikam
Situbondo. 2. Menganalisis bagaimana pemaknaan QS Fussilat ayat 30 tersebut dilembagakan
dalam bentuk ajaran, amalan, dan tradisi ritual di lingkungan tarekat Nurul Hikam. 3.
Menjelaskan bagaimana santri dan jamaah menghayati, menginternalisasi dan mempraktikkan
makna QS Fussilat ayat 30 dalam kehidupan spritual sehari-hari mereka untuk menguatkan
keimanan dan keistiqomahan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field
research). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam
dengan mursyid, pengasuh pesantren, dan santri pengamal tarekat, serta studi dokumentasi.
Analisis data menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann yang
meliputi tiga tahap, yaitu eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS Fussilat ayat 30 dikonstruksi sebagai dasar spiritual
utama melalui proses eksternalisasi dalam bentuk praktik zikir, baiat, suluk, dan pembinaan
akhlak. Makna ayat tersebut kemudian mengalami objektivasi dengan dilembagakannya nilai
istiqamah dalam sistem pendidikan dan tradisi pesantren. Selanjutnya, melalui proses
internalisasi, nilai istiqamah yang terkandung dalam QS Fussilat ayat 30 dihayati dan
dipraktikkan oleh santri sebagai bagian dari identitas spiritual dan pedoman hidup sehari-hari.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies |
| Depositing User: | S.Ag Asyifiah Ramatika |
| Date Deposited: | 08 Jun 2026 08:13 |
| Last Modified: | 08 Jun 2026 08:13 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/54363 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
