Afflatush Nasyrah, Irma Rosdania (2026) ANALISIS PUTUSAN NOMOR 2627/Pdt.G/2024/PA.Jr: PERSELINGKUHAN SUAMI DENGAN WARIA SEBAGAI SALAH SATU ALASAN PERCERAIAN PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
|
Text
Irma Rosdania Afflatush Nasyrah_222102010028.pdf Download (3MB) |
Abstract
Irma Rosdania Afflatush Nasyrah, 2026: Analisis Putusan Nomor 2627/Pdt.G/2024/Pa.Jr: Perselingkuhan Suami Dengan Waria Sebagai Salah Satu Alasan Perceraian Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam
Kata Kunci: Perceraian, Perselingkuhan, Waria, Pertimbangan Hukum Hakim
Perkawinan merupakan ikatan lahir batin antara laki-laki dan perempuan yang bertujuan membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah sebagaimana diatur dalam hukum Islam dan hukum positif Indonesia. Namun, dalam praktiknya tidak semua rumah tangga dapat dipertahankan karena adanya konflik yang berujung pada perceraian. Salah satu fenomena yang menimbulkan persoalan hukum dan sosial adalah perselingkuhan suami dengan waria, yang belum diatur secara eksplisit dalam hukum positif maupun hukum Islam. Kondisi tersebut menimbulkan ruang interpretasi bagi hakim dalam memutus perkara perceraian. Selain berdampak pada keharmonisan rumah tangga, fenomena ini juga menimbulkan dampak psikologis bagi pasangan dan anak. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk menganalisis putusan perceraian akibat perselingkuhan suami dengan waria dalam perspektif hukum Islam dan hukum positif Indonesia.
Adapun fokus masalah penelitian ini sebagai berikut : 1) Bagaimana pertimbangan hukum hakim terhadap perceraian akibat perselingkuhan suami dengan waria putusan Nomor 2627/Pdt.G/2024/PA.Jr.? 2) Bagaimana analisis hukum Positif dan hukum Islam terhadap gugat cerai atas putusan Nomor 2627/Pdt.G/2024/PA.Jr.?
Penelitian ini bertujuan sebagai : 1) Untuk mengetahui bagaimana pertimbangan hukum hakim terhadap perceraian akibat perselingkuhan suami dengan waria putusan Nomor: 2627/Pdt.G/2024/PA.Jr. 2) Untuk mengetahui bagaimana analisis hukum Positif dan hukum Islam terhadap gugat cerai atas putusan Nomor: 2627/Pdt.G/2024/PA.Jr.
Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan kasus. Data diperoleh melalui studi kepustakaan berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Pengumpulan data dilakukan melalui telaah dokumen, sedangkan analisis menggunakan pendekatan kualitatif secara deduktif. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber.
Hasil penelitian ini adalah : 1) Menunjukkan bahwa perceraian dalam Putusan Nomor 2627/Pdt.G/2024/PA.Jr. telah memenuhi alasan yuridis berupa perselisihan terus-menerus akibat perselingkuhan, hubungan dengan waria, dan praktik prostitusi online yang menimbulkan keretakan rumah tangga serta dampak psikologis pada Penggugat. Dalam perspektif hukum Islam mazhab Syafi’i, kondisi tersebut termasuk syiqaq dan khiyanah yang mengandung mudarat sehingga perceraian dibenarkan demi menghindari kerusakan yang lebih besar. 2) Penelitian ini menemukan bahwa hakim menjadikan perselisihan dan keretakan rumah tangga sebagai dasar utama perceraian tanpa mengkualifikasikan hubungan dengan waria sebagai pelanggaran syariah atau moral. Hal ini mencerminkan kehati-hatian hakim karena belum adanya pengaturan khusus mengenai perselingkuhan dengan identitas gender tertentu dalam hukum perkawinan di Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180126 Tort Law |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ms Irma Rosdania Afflatush Nasyrah |
| Date Deposited: | 08 Jun 2026 08:30 |
| Last Modified: | 08 Jun 2026 08:30 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/54371 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
