HAQ ARIHAKIM, HASBY (2026) PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DALAM MEMBENTUK ETIKA KOMUNIKASI ISLAMI PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 2 JENGGAWAH JEMBER. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
|
Text
HASBY HAQ ARIHAKIM_224101010020.pdf Download (3MB) |
Abstract
Etika komunikasi islami merupakan bagian integral dari pembentukan karakter peserta didik yang mencerminkan nilai-nilai Islam dalam interaksi sehari-hari. Realitas di lapangan menunjukkan masih adanya tantangan seperti kebiasaan berkata kasar, saling mengejek, dan kurang jujur dalam berkomunikasi, yang dipengaruhi oleh pergaulan luar sekolah dan penggunaan media sosial yang tidak terkontrol. Kondisi ini menuntut peran aktif guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti sebagai ujung tombak pembentukan akhlak peserta didik di sekolah, mengingat guru merupakan figur sentral yang paling berpengaruh dalam membentuk perilaku komunikasi peserta didik secara islami.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam membentuk etika komunikasi islami peserta didik, dan (2) mengetahui faktor pendukung dan penghambatnya di SMP Negeri 2 Jenggawah Jember. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari guru PAI dan Budi Pekerti, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, tiga guru mata pelajaran umum, dan lima peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) guru PAI dan Budi Pekerti menjalankan empat peran utama sebagai pendidik melalui keteladanan (uswatun hasanah) yang menanamkan prinsip qaulan layyina dan qaulan karima; sebagai pembimbing melalui pembiasaan (ta'widiyah) yang menanamkan prinsip qaulan maysura dan qaulan ma'rufa melalui program 5S dan kegiatan mengaji setiap pagi; serta sebagai motivator melalui nasihat (mau'izhah) yang menanamkan prinsip qaulan sadida dan qaulan baligha. (2) Faktor pendukung internal meliputi kompetensi dan profesionalisme guru serta koordinasi yang baik antara guru PAI dan Budi Pekerti, guru mata pelajaran umum, dan guru Bimbingan dan Konseling, sedangkan pendukung eksternal adalah keterlibatan aktif orang tua dalam membina peserta didik di lingkungan keluarga. Adapun penghambat internal adalah kurangnya kedisiplinan sebagian peserta didik, dan penghambat eksternal mencakup pengaruh pergaulan di luar sekolah, keberagaman latar belakang sosial budaya, lingkungan keluarga yang kurang kondusif, serta penyalahgunaan media sosial yang tidak terkontrol. Hambatan tersebut diatasi melalui koordinasi dan komunikasi intensif antara pihak sekolah dengan orang tua atau wali peserta didik guna mewujudkan pengawasan dan pembinaan yang sinergis, serta pelaksanaan home visit sebagai upaya mediasi langsung untuk menemukan solusi terbaik bagi peserta didik.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 13 EDUCATION > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2099 Other Language, Communication and Culture > 209999 Language, Communication and Culture not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Mr Hasby Haq Arihakim |
| Date Deposited: | 17 Jun 2026 03:00 |
| Last Modified: | 17 Jun 2026 03:00 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/54782 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
