STUDI KONTEKSTUAL ANALISIS AYAT-AYAT JUDI DALAM AL-QUR’AN (STUDI KASUS JUDI ONLINE)

Radi, Abdul (2026) STUDI KONTEKSTUAL ANALISIS AYAT-AYAT JUDI DALAM AL-QUR’AN (STUDI KASUS JUDI ONLINE). Undergraduate thesis, UIN KHAS JEMBER.

[img] Text
Abdul Radi Skripsi UIN KHAS.pdf

Download (2MB)

Abstract

STUDI KONTEKSTUAL ANALISIS AYAT-AYAT JUDI DALAM AL-QUR’AN (STUDI KASUS JUDI ONLINE)
Kata Kunci: Perjudian online, maisir, teori Double Movement.

Penelitian ini dimotivasi oleh pesatnya pertumbuhan praktik perjudian online di era digital, yang semakin mudah diakses oleh berbagai kelompok masyarakat melalui platform berbasis internet dan teknologi digital. Perkembangan teknologi telah mengubah perjudian konvensional menjadi bentuk daring yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja, sehingga meningkatkan potensi dampak negatif pada individu dan masyarakat. Dalam perspektif islam, perjudian dikategorikan sebagai maisir, suatu aktivitas yang dilarang dalam Al-Quran karena mengandung unsur spekulasi, ketidakpastian, dan ketidakadilan. Munculnya perjudian online sebagai fenomena kontemporer membutuhkan pemahaman kontekstual tentang ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan dengan perjudian untuk meneliti relevansinya dengan kondisi sosial saat ini.
Tujuan penelitian ini yaitu : 1) Bagaimana perspektif ulama’ tafsir tentang konsep perjudian sebagaimana tercantum dalam ayat-ayat Al-Qur’an. 2) Bagaimana menurut analisis teori Double Movement terkait judi pada masa lampau dan masa sekarang. 3) Bagaimana solusi yang diajarkan Al-Qur’an dalam upaya pencegahan dan penghentian perilaku perjudian.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan studi pustaka sebagai desain penelitian. Sumber data terdiri dari Al-Quran, kitab tafsir klasik dan kontemporer, jurnal ilmiah, buku, dan referensi akademis lainnya yang berkaitan dengan perjudian dan perjudian online. Pengumpulan data dilakukan melalui tinjauan pustaka. Selanjutnya, data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan interpretasi kontekstual berdasarkan teori Double Movement Fazlur Rahman.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Perjudian dilarang dalam Islam karena mengandung unsur spekulasi, ketidakadilan, dan kerusakan sosial yang berdampak negatif terhadap aspek ekonomi, psikologis, sosial, dan spiritual kehidupan. Para penafsir Al-Quran umumnya sepakat bahwa perjudian menyebabkan konflik, kerugian finansial, dan pengabaian tanggung jawab agama. 2) Melalui analisis teori Double Movement, penelitian ini menemukan bahwa larangan perjudian dalam Al-Quran tidak terbatas pada praktik perjudian konvensional di masa lalu tetapi juga tetap relevan dengan bentuk perjudian kontemporer, termasuk perjudian online di era digital. 3) Al-Quran menawarkan solusi pencegahan dan perbaikan melalui penguatan iman, kesadaran moral, pengendalian diri, dan tanggung jawab sosial.
Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa perjudian online dapat dikategorikan sebagai bentuk maisir modern yang dilarang dalam Islam karena konsekuensi negatifnya lebih besar daripada potensi manfaatnya. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran publik, pendidikan agama, dan upaya kolektif dari masyarakat dan pihak berwenang diperlukan untuk mencegah penyebaran dan dampak negatif dari praktik perjudian online dalam kehidupan kontemporer.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220405 Religion and Society
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Mr. Abdul Radi
Date Deposited: 17 Jun 2026 04:05
Last Modified: 17 Jun 2026 04:05
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/55091

Actions (login required)

View Item View Item