Sholeh, M. Badrus (2026) Tinjauan Al-Urf Tradisi Negeh Taon Pasca Akad Pernikahan Suku Madura Desa Sukorejo Kecamatan Bangsal Sari Kabupaten Jember. Undergraduate thesis, UIN KH Achmad Siddiq Jember.
|
Text
M. Badrus Sholeh_212102010021.pdf Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK
M. Badrus Sholeh, 2026: Tinjauan Al-‘Urf Tradisi Nageh Taon Pasca Akad Pernikahan Suku Madura Desa Sukorejo Kabupaten Jember.
Kata Kunci: Tradisi, Nageh Taon, Al-‘Urf.
Tradisi Nageh Taon masih dilaksanakan oleh Masyarakat Desa Sukorejo, Kabupaten Jember dan membudayakan tradisi nageh taon sampai saat ini. Nageh taon adalah sebuah tradisi pada pasca akad pernikahan yang bertujuan untuk mengetahui arah yang baik ketika pulang dan bermalam di rumah pada salah satu mempelai yang bertepatan pada posisi nageh taon. Posisi nageh taon berada di pojok arah mata angin pada bulan (hijriah) tertentu.
Fokus penelitiannya, yaitu: (1) Bagaimana Pelaksanaan Tradisi Nageh Taon Pasca Akad Pernikahan Suku Madura di desa Sukorejo kabupaten Jember?. (2) Bagaimana tinjauan AL-‘urf terhadap tradisi Nageh Taon pasca akad pernikahan suku madura di desa Sukorejo Kabupaten Jember?.
Tujuan penelitian yaitu: (1) Untuk menganalisis pelaksanaan tradisi Nageh Taon pasca akad pernikahan suku Madura di desa Sukorejo kabupaten jember. (2) Untuk mengetahui tinjauan al-‘urf terhadap tradisi Nageh Taon pasca akad pernikahan suku madura di desa Sukorejo Kabupaten Jember.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris. Pendekatan penelitian ini menggunakan sosiologi hukum. Sumber penelitian ini ada 2 yaitu: sumber data primer (langsung dari masyarakat) dan sumber data sekunder (kepustakaan, buku dan lain sebagainya. Setelah data dikumpulkan tahap selanjutnya mengolah data dengan cara di analisis. Keabsahan data pada penelitian ini menggunakan validitas (valid) dan reliabilitas (reliabel)
Hasil penelitian ini yaitu: (1) Pelaksanaan tradisi Nageh Taon pasca akad pernikahan di desa Sukorejo kabupaten jember yaitu apabila seseorang melaksanakan akad pernikahan yang bertepatan posisi Nageh Taon maka pasangan tersebut tidak boleh pulang pada salah satu rumah mempelainya yang bertepatan pada posisi Nageh Taon. Posisi Nageh Taon berada di empat pojok arah mata angin sesuai dengan bulan (hijriah) tertentu, pertama di timur laut pada bulan Muharram, Safar, Rabiul Awal. Yang kedua Tenggara pada bulan Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir. Yang ketiga barat daya pada bulan Rajab, Sya’ban, Ramadhan. Yang keempat barat laut pada bulan Syawal, Dzulqa’sudah, Dzulhijjah. (2) Tradisi nageh taon pasca akad pernikahan yang dilaksanakan oleh masyarakat suku Madura di Desa Sukorejo dapat dikategorikan sebagai ‘Urf Shahih Karena dalam pelaksaannya tidak ada yang bertentangan dengan hukum Islam, Tradisi Nageh Taon ini hanya berfungsi sebagai kebiasaan sosial dan budaya dalam mengatur arah atau tempat bermalam pasangan pengantin dan juga apabila masyarakat tidak mempercayai bahwa sebuah tradisi bisa menentukan atau mengubah takdir seseorang.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY > 1699 Other Studies in Human Society > 169999 Studies in Human Society not elsewhere classified 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Man M. Badrus Sholeh |
| Date Deposited: | 17 Jun 2026 07:26 |
| Last Modified: | 17 Jun 2026 07:26 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/55105 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
