Nanta, Rani Juliya (2026) Internalisasi Nilai Tabayun dalam Membentuk Adab Bermedia Sosial Peserta Didik melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas XI di Sekolah Menengah Atas Negeri Jenggawah Jember. Undergraduate thesis, UIN KH Achmad Siddiq Jember.
|
Text
Rani Juliya Nanta_222101010011.pdf Download (16MB) |
Abstract
Rani Juliya Nanta, 2026: Internalisasi Nilai Tabayun dalam Membentuk Adab Bermedia Sosial Peserta Didik melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas XI di Sekolah Menengah Atas Negeri Jenggawah Jember.
Kata Kunci: Internalisasi Nilai Tabayun, Adab Bermedia Sosial
Kemudahan akses media sosial belum sepenuhnya diiringi kesadaran adab dan moral yang memadai. Informasi hoaks dan konten yang tidak sesuai nilai-nilai Islam masih sering ditemui di kalangan generasi muda. Kondisi ini menunjukkan urgensi internalisasi nilai tabayun sebagai prinsip kehati-hatian dalam menerima dan menyebarkan informasi yang bersumber dari ajaran Islam. Melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, internalisasi nilai tabayun dapat berlangsung secara terstruktur sebagai upaya membentuk adab bermedia sosial peserta didik yang berlandaskan pada nilai-nilai Islami.
Fokus penelitian ini adalah: 1) Bagaimana proses internalisasi nilai tabayun melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pada peserta didik kelas XI di SMA Negeri Jenggawah Jember? 2) Bagaimana wujud adab bermedia sosial peserta didik kelas XI yang terbentuk melalui internalisasi nilai tabayun dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA Negeri Jenggawah Jember?
Tujuan penelitian ini adalah: 1) mendeskripsikan proses internalisasi nilai tabayun melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pada peserta didik kelas XI di SMA Negeri Jenggawah Jember; 2) mendeskripsikan wujud adab bermedia sosial peserta didik kelas XI yang terbentuk melalui internalisasi nilai tabayun dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA Negeri Jenggawah Jember.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif yang dilaksanakan di SMAN Jenggawah. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling, meliputi guru PAI, peserta didik kelas XI 2, guru BK, Wali kelas XI 2, dan waka kesiswaan. Analisis data menggunakan model analisis Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahap kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik.
Penelitian ini sampai pada simpulan bahwa: 1) Proses internalisasi nilai tabayun melalui pembelajaran PAI dan Budi Pekerti berlangsung melalui empat tahap dalam kerangka Social Learning Theory Bandura, yaitu: tahap attention terwujud melalui penayangan video inspiratif, pertanyaan pemantik, kontrak belajar, dan keteladanan sikap guru; tahap retention berlangsung melalui penyampaian materi konseptual, pembacaan dalil Al-Qur’an dan hadis, serta diskusi berbasis studi kasus; tahap reproduction terwujud melalui penugasan membuat dan mengunggah konten positif di media sosial; dan tahap reinforcement berlangsung melalui evaluasi penugasan, afirmasi verbal, penilaian akademik, dan keteladanan guru sebagai vicarious reinforcement, meskipun konsistensi penerapan konsekuensi atas pelanggaran kontrak belajar masih perlu diperkuat; 2) Wujud adab bermedia sosial peserta didik kelas XI 2 tercermin dalam dua dimensi: pada dimensi perilaku tabayun, peserta didik menampilkan kebiasaan verifikasi sumber informasi, pengecekan fakta dan validasi ahli dengan merujuk kepada guru agama atau ulama serta menjadikan al-Qur’an dan hadis sebagai sumber rujukan tertinggi, serta cross-verification dari minimal tiga sumber; pada dimensi adab bermedia sosial, peserta didik memperlihatkan kesopanan komunikasi digital, kesadaran menjaga privasi diri, sikap tidak konfrontatif terhadap konten provokatif, serta pemaknaan media sosial sebagai sarana menebarkan kebaikan, meskipun sebagian adab masih bersifat situasional dan bergantung pada kehadiran pengawas eksternal, yang mengindikasikan bahwa internalisasi nilai belum sepenuhnya mencapai tahap self-regulation pada seluruh peserta didik.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Ms Rani Juliya Nanta |
| Date Deposited: | 26 Jun 2026 02:26 |
| Last Modified: | 26 Jun 2026 02:26 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/56262 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
