Iftitah, Rodiyatul (2026) Analisis Modal Sosial Kelompok Sadar Wisata Dalam Merintis Branding Destinasi Wisata Kampung Belgia Desa Harjomulyo Kabupaten Jember. Undergraduate thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
|
Text
Rodiyatul Iftitah_212103020002.pdf Download (13MB) |
Abstract
Rodiyatul Iftitah, 2026: Analisis Modal Sosial Kelompok Sadar Wisata Dalam Merintis Branding Destinasi Wisata Kampung Belgia Desa Harjomulyo Kabupaten Jember.
Kata Kunci: Modal Sosial, Branding Wisata, Kelompok Sadar Wisata
Modal sosial menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat. Pengembangan Wisata Kampung Belgia di Desa Harjomulyo Kecamatan Silo Kabupaten Jember muncul sebagai upaya pemanfaatan potensi lokal eduwisata heritage Kebun Sumberwadung yang memiliki nilai sejarah kolonial Belgia. Dalam proses pengembangannya, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) berperan sebagai penggerak utama dalam merintis branding destinasi wisata berbasis partisipasi masyarakat. Namun, pemanfaatan modal sosial dalam mendukung branding destinasi masih menghadapi berbagai tantangan.
Penelitian ini memiliki fokus penelitian yaitu: (1) bagaimana bentuk modal sosial yang dimiliki Kelompok Sadar Wisata dalam pengembangan Kampung Belgia sebagai destinasi wisata, dan (2) apa saja tantangan yang dihadapi Pokdarwis dalam memanfaatkan modal sosial untuk mendukung branding wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk modal sosial Pokdarwis serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam proses branding destinasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial Pokdarwis diwujudkan melalui kepercayaan masyarakat terhadap pengelola wisata, jaringan sosial yang terbangun melalui kolaborasi dengan pemerintah desa, komunitas, dan pihak eksternal, serta norma gotong royong yang mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan wisata. Modal sosial tersebut berperan dalam merintis branding Kampung Belgia melalui kegiatan promosi, penyediaan layanan wisata, serta pengembangan potensi lokal. Adapun tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, belum optimalnya strategi branding, keterbatasan sarana prasarana, serta konsistensi partisipasi masyarakat.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa modal sosial memiliki peran strategis dalam merintis branding destinasi wisata berbasis masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas kelembagaan Pokdarwis, peningkatan kolaborasi multipihak, serta pengembangan strategi branding yang berkelanjutan agar Wisata Kampung Belgia dapat berkembang secara optimal dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY > 1608 Sociology > 160899 Sociology not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Pengembangan Masyarakat Islam |
| Depositing User: | sis Rodiyatul Iftitah |
| Date Deposited: | 26 Jun 2026 03:11 |
| Last Modified: | 26 Jun 2026 03:11 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/56288 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
