Makna Emoji dalam Representasi Cyberbullying pada Serial Adolescence: Analisis Semiotika Roland Barthes

Arifin, Wijdan (2026) Makna Emoji dalam Representasi Cyberbullying pada Serial Adolescence: Analisis Semiotika Roland Barthes. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
M. WIJDAN SHAFLY ARIFIN_222103010001.pdf

Download (2MB)

Abstract

Kata Kunci: Pergeseran Makna, Emoji, Semiotika Roland Barthes, Cyberbullying, Serial Adolescence, Etika Komunikasi Islam.

Emoji yang semula berfungsi sebagai alat ekspresi emosi kini mengalami pergeseran fungsi menjadi kode komunikasi yang bermuatan sosial, ideologis, dan bahkan mengancam dalam konteks pergaulan digital tertentu. Fenomena ini menemukan representasinya secara naratif dalam serial Adolescence (Netflix, 2025), sebuah karya fiksi audiovisual yang secara eksplisit menggambarkan bagaimana emoji digunakan sebagai instrumen pelabelan sosial dan perundungan terselubung di kalangan remaja.

Fokus penelitian ini adalah: 1) Bagaimana makna denotatif, konotatif, dan mitos emoji yang digunakan sebagai reprsentatif cyberbullying dalam episode 2 serial Adolescence? 2) Bagaimana penggunaan emoji pada episode 2 serial Adolescence menunjukkan problem etika komunikasi remaja dalam perspektif Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)?. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan makna denotative, konotatif, dan mitos emoji yang digunakan sebagai reprsentatif cyberbullying dalam episode 2 serial Adolescence dan mendeskripsikan penggunaan emoji pada episode 2 serial Adolescence yang menunjukkan problem etika komunikasi remaja dalam perspektif Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif interpretatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes, berfokus pada tiga emoji utama (pil merah), (dinamit), dan (seratus) yang dianalisis melalui tiga tahap pembacaan: denotasi, konotasi, dan mitos, dengan data primer berupa adegan, dialog, screenshot, dan timestamp dari Episode 2.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa emoji mengalami pergeseran makna dari simbol ekspresi menjadi simbol pelabelan sosial yang mengandung makna ideologis tertentu. Pergeseran tersebut memperlihatkan bahwa emoji dapat berfungsi sebagai instrumen cyberbullying terselubung yang bekerja melalui simbol visual dan berpotensi memengaruhi etika komunikasi remaja di ruang digital. Temuan ini sekaligus memperlihatkan bahwa nilai-nilai etika komunikasi Islam bukan warisan normatif yang bersifat historis semata, melainkan panduan moral yang sangat aktual dan aplikatif dalam menghadapi tantangan komunikasi digital kontemporer yang semakin kompleks.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 13 EDUCATION > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified
17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1799 Other Psychology and Cognitive Sciences > 179999 Psychology and Cognitive Sciences not elsewhere classified
20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2001 Communication and Media Studies > 200102 Communication Technology and Digital Media Studies
20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2001 Communication and Media Studies > 200103 International and Development Communication
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Wijdan Wijdan Arifin
Date Deposited: 01 Jul 2026 02:56
Last Modified: 01 Jul 2026 02:56
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/57038

Actions (login required)

View Item View Item